Kronologis Pembunuhan Siswi SMK, Setelah Membunuh, Buang HP Korban ke Semak-semak

Share this:
Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen memaparkan tersangka Rinto Hutapea dan barang bukti pada dalam Press Release yang digelar di Mapolres Tapanuli Utara, Jumat (9/8).

Dengan posisi tanpa busana, tersangka meletakkan korban di bawah pohon bambu dengan posisi telungkup, kemudian menutupi tubuh korban menggunakan baju dan meninggalkannya.

Disebutkan Kapolres, adapun barang bukti yang disita yaitu pakaian korban yang terdiri dari sehelai baju kaos oblong warna merah, sehelai tank top warna merah, sebuah short atau celana pendek hitam, sebuah celana dalam, sebuah celana panjang jeans warna biru, sebuah BH dan sepasang sepatu. Kemudian sebotol minyak kayu putih, uang sebesar Rp5 ribu dan 1 unit sepedamotor Smash warna biru.

Sementara itu barang bukti yang sedang dalam pencarian berupa 1 unit handphone merek Nokia warna biru. “Saat ini penyidik Sat Reskrim Polres Tapanuli Utara telah menetapkan Rinto Hutapea sebagai tersangka dan dilakukan penahanan,” tegas Kapolres Horas Marasi Silaen.

Dikatakan, bahwa pada jenazah korban Kristina Lasmatiar br Gultom telah dilakukan autopsi di RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar dan saat ini penyidik masih menunggu hasil resmi autopsi.
“Penyidik telah melakukan pemeriksaan barang bukti dan sampel ke laboratorium forensik cabang Medan dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyidik juga telah mengambil sampel darah dari tersangka untuk dilakukan pemeriksaan DNA ke Pusdokkes Mabes Polri untuk memastikan apakah ada dilakukan persetubuhan terhadap korban atau tidak.
Akibat peristiwa pembunuhan tersebut, tersangka dikenakan dipersangkakan melanggar pasal 338 KUHPidana, yakni dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain dengan ancaman hukuman penjara lima belas tahun. Kemudian pasal 365 ayat (3) pencurian dengan kekerasan yang disertai dengan pembunuhan dengan ancaman hukuman dua belas tahun penjara.

Rinto: Aku Sakit Hati
Sementara Rinto Hutapea yang sempat diwawancara wartawan koran ini mengaku membunuh Kristina br Gultom karena sakit hati.

“Aku sakit hati, karena sewaktu kuajak untuk dibonceng dan kuantar ke rumahnya, Kristina meludahi aku,” katanya di Mapolres Taput.

Masih kata Rinto, tak hanya diludahi, saat itu juga Kristina memakinya dengan perkataan tidak pantas.
“Saat kusuruh naik ke sepedamotor, dia (Kristina, red) ngomong jorok,” ujarnya sembari mengucapkan apa yang didengarnya dari mulut korban saat itu.(as)

Share this: