Kronologis Pembunuhan Siswi SMK, Setelah Membunuh, Buang HP Korban ke Semak-semak

Share this:
Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen memaparkan tersangka Rinto Hutapea dan barang bukti pada dalam Press Release yang digelar di Mapolres Tapanuli Utara, Jumat (9/8).

METROTABAGSEL.COM, TAPUT- Polisi menetapkan Rinto Hutapea alias RH (36) sebagai pelaku tunggal yang menghabisi nyawa Siswi SMK Karya Tarutung Kristina br Gultom (20) yang jasadnya ditemukan telungkup tanpa busana di kebun Dusun Huta Sitolu-tolu, Desa Hutapea Banuarea, Tarutung.

Kapolres Tapanuli Utara AKBP Horas Marasi Silaen didampingi Kasat Reskrim AKP Zulkarnaen dan Kasubbag Humas menerangkan soal penetapan Rinto Hutapea sebagai tersangka itu pada temu pers di Mapolres Tapanuli. Jumat (9/8). Disebutkan, tersangka mengaku membunuh karena emosi setelah dimaki-maki dan diludahi oleh korban serta tersangka mengambil uang milik korban sebesar Rp5 ribu.

Kapolres pun menjelaskan kronologis kejadian yang diawali saat Kristina Lasmatiar Gultom melintas dari jalan umum perladangan Sitolu-tolu menuju Dusun Pangguan Desa Hutapea Banuarea, seorang diri. Saat itu Rinto Hutapea melintas dengan mengendarai sepedamotor merek Smash miliknya.

Dan saat itu Rinto menyapa korban serta mengajak korban agar mau dibonceng karena tujuan mereka searah. Namun korban tidak bersedia dan memaki-maki tersangka serta meludahi wajah korban. Merasa tidak terima dan emosi, tersangka langsung memarkirkan sepedamotornya dan mengejar korban. Sekira 10 meter setelah mengejar korban, Rinto berhasil menangkap Kristina dan mendorong korban hingga terjatuh.

Setelah terjatuh, korban sempat berdiri dan melarikan diri ke arah kebun yang berada di pinggir jalan umum. Namun tersangka mengejar korban lagi. Saat itu korban yang berlari kencang terjatuh karena perladangan tempatnya melarikan diri ditumbuhi tanaman liar. Rinto kemudian berhasil mendekati dan kembali diludahi korban. Emosi, Rinto kemudian meninju bagian wajah bagian bibir korban. Karena merasa kesakitan, Kristina pun berteriak minta tolong.

Lalu korban merangkak berusaha menyelamatkan diri, tetapi tersangka langsung menangkap serta menyeret korban ke arah perladangan. Karena korban terus berteriak minta tolong, tersangka kembali meninju wajah korban sebanyak 3 kali dengan tangan kanan yang terkepal, yaitu satu kali bagian kening, satu ke bagian pelipis/mata sebelah kiri dan satu kali ke bagian bibir. Setelah korban mulai lemas, tersangka kembali menyeret korban sejauh 10 meter.

Tetapi saat itu korban masih menjerit kesakitan dan meminta tolong, selanjutnya tersangka mencekik leher korban. Setelah korban tidak bergerak lagi, tersangka mengambil handphone korban dan membuangnya ke semak semak yang ada di perladangan.

Kemudian tersangka merogoh kantong depan kanan celana korban dan mengambil selembar uang pecahan Rp5 ribu dan selanjutnya mengantonginya. Selanjutnya tersangka juga mengambil sebotol kecil minyak kayu putih dari kantong kanan celana korban dan membuangnya di sekitar lokasi, setelah itu korban kembali menyeret korban sekira 50 meter dan membuka pakaian korban karena telah tergulung akibat seretan tersebut.

Share this: