Kerusakan Jalan Dolok Sanggul-Bakti Raja Semakin Parah

Share this:
Truck armada pengangkut material proyek pembangunan PLTM oleh PT BEL saat melintasi jalan Dolok Sanggul-Baktiraja.

Sering Dilintasi Truck Proyek PLTMH

Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) oleh PT Bakara Energi Lestari (BEL) yang berlokasi di hulu Sungai Aek Silang, Desa Martodo, Baktiraja masih berlanjut.

Untuk menyelesaikan pembangunan terowongan bendungan, armada proyek menggunakan truck kontainer terlihat lalu-lalang  melansir material proyek. Bahkan armada truck kontainer yang diduga over load melaju tanpa hambatan sehingga beberapa titik ruas jalan Dolok Sanggul-Baktiraja rusak parah. Bahkan jalan yang baru di hotmix terlihat sudah rusak dan kerap mengancam pengendara.

Jhoni Silalahi salahsatu pengguna jalan, mengaku resah serta prihatin atas rusaknya jalan tadi akibat kontainer yang terus lalu-lalang melansir material proyek pembangunan PLTM oleh PT.BEL.

Pihak PT. BEL seolah tidak peduli kondisi jalan yang tidak sesuai dengan muatan truck kontainer yang diduga over load. Sebab dengan ganasnya armada trcuk tersebut, bebas hambatan menghancurkan jalan yang dibangun oleh pemerintah.

“Sekilas kita lihat, muatan mobil kontainer ini masih biasa biasa saja. Namun muatan kontainer ini di prediksi mencapai antara 20- 30 ton. Sementara jalan tersebut masih kelas Tiga C yang dapat menahan beban sumbu terberat delapan ton. Kuat dugaan situasi ini luput dari pantauan petugas,” ujar Jhoni, Rabu (3/7).

Jhoni menambahkan, kendaraan proyek tersebut juga menyebabkan jalan aspal hotmix yang baru di kerjakan tahun lalu hancur.

“Akibatnya, jalan menuju Baktiraja  mulai dari perlintasan Desa Sosor Gotting sampai Desa Martodo kini rusak parah dan kupak kapik alias hancur-hancuran,” sambungnya.

Untuk menjaga akses jalan menuju kawan wisata di Kecamatan Baktiraja, Jhoni berharap perhatian dan pengawasan petugas Dishub serta pihak terkait.

“Sebab, jika hal ini terabaikan, jalan baru di hotmix oleh Pemkab Humbahas itu akan semakin parah,” ketusnya.

Terpisah, Kadis Perhubungan Humbahas, Jaulim Simanullang kepada wartawan mengakui adanya armada yang diduga melebihi tonase yang melintasi akses jalan Dolok Sanggul-Baktiraja. Armada tersebut untuk melansir material proyek pembangunan PLTM oleh PT BEL.

“Armada itu sudah pernah kita tindak dan diberhentikan sementara karena diduga telah over load. Namun karena pembangunan ini sifatnya sementara, sehingga kita beri dispensasi dengan catatan operasional mereka tidak mengganggu arus lalulintas dan pengguna jalan lainnya,” kata Jaulim. (sht)

 

Share this: