Kemarau, Karhutla Mulai Marak di Paluta

Share this:
Terbakar, seluas 15 hektare lahan di kawasan Nabundong, Kecamatan Padang Bolak Julu.

PALUTA, METROTABAGSEL.COM – Musim kemarau, pembakaran lahan dan hutan mulai marak terjadi di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Di awal Agustus ini sudah tercatat dua titik kasus karhutla.

Koordinator Manggala Agni wilayah Paluta, Goniman Siregar mengatakan, musim kemarau mulai melanda wilayah Paluta. Pembakaran lahan mulai terjadi. Memasuki bulan Agustus ini sudah dua titik api yang dipadamkan akibat kebaran lahan dan hutan di wilayah Kabupaten Paluta.

Dijelaskan Goniman, kasus kebakaran lahan yang terjadi yaitu di kawasan hutan Nabundong, Kecamatan Padang Bolak Julu seluas 15 hektare dan lahan di Desa Hajoran, Kecamatan Padang Bolak seluas 15 hektare.

Diterangkannya, kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Hutan Nabundong yakni vegetasi kayu hutan, luas 15 hektare. Indikasi kebarakan akibat pembukaan lahan dan kondisi terkini sudah padam, namum masih meninggalkan bara pada tunggul dan batang sisa tebangan.

“Lahan yang terbakar sudah dipadamkan oleh team dari Manggala Agni, anggota Koramil 05 Padang Bolak, anggota Polsek Padang Bolak dan dibantu masyarakat,” jelasnya.

Sedangkan kebakaran lahan yang terjadi di Desa Hajoran, Kecamatan Padang Bolak pada Minggu (4/8) masih terus dilakukan pemadaman oleh team manggala Agni, Koramil, Polsek dan dibantu masyarakat. “Luas lahan yang terbakar di Desa Hajoran 15 hektare, jenis lahan masyakat dan indikasi juga pembukaan lahan,” katanya.

Terpisah, Kapolsek Padang Bolak, AKP Zulpikar SH MH mengimbau kepada masyarakat supaya tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, pasalnya dapat menimbulkan dampak terhadap kerusakan lingkungan.

Sementara, Danramil 05 PB Kapten CZI Pahlawan Nasution juga meminta kepada warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. “Mayoritas kebakaran lahan sengaja dilakukan oleh oknum warga yang ingin membuka lahan,” terangnya. (ais)

Share this: