Karyawati Bank itu Dikuburkan di Samping Kakek

Share this:
Jasad Santi Devi Malau akan dimakamkan. (ZATAM)

TAPTENG – Santi Devi Malau (25), karyawati Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Pandan, yang ditemukan tewas mengenaskan di kamar mandi kosnya, Jumat pagi (14/6/2019), dikuburkan persis di samping makam kakeknya di pemakaman keluarga di Lingkungan 2 Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sabtu (15/6/2019), sekitar pukul 11.56 WIB.

Sebelum diberangkatkan dari rumah duka, salah seorang keluarga menyampaikan ringkasan riwayat hidup korban. Tepat pukul 10.30 WIB, jenazah diberangkatkan menuju masjid Al Furqon Sibabangun dengan kumandang ayat suci Al Quran. Linangan air mata ratusan pelayat mengiri keberangkatan jenazah yang di bawa anak-anak pramuka dari MTs Bintang Sembilan Sibabangun.

Wajah sembab terlihat di wajah Murniati Lubis, ibu kandung korban. Namun walaupun begitu, terpancar jelas keikhlasan dari wanita paruh baya ini dalam memberangkatkan sang buah hati menuju tempat peristirahatannya yang terakhir. Disampingnya, 4 wanita yang merupakan kakak dan adik kandung korban, memegangi sang bunda.

Disisi lain, Maslan Malau (58) ayah korban, bersama Alex Malau (20) satu-satunya adik laki-laki korban, dengan langkah pasti mengikuti iring-iringan jenazah menuju masjid. Walau terlihat tegar, pria yang hobby olahraga bulutangkis itu tidak bisa menahan tetesan air mata yang mengalir di pipinya.

Usai pelaksanaan sholat jenazah, iring-iringan berangkat menuju lokasi pemakaman keluarga yang letaknya sekitar 200 meter dari rumah duka. Maslan bersama Alex dan satu kerabat duka lainnya turun ke lobang kuburan untuk menyambut jenazah sekaligus memasukkan ke dalam liang lahat. Lafaz doa tiada henti-hentinya diucapkan pria yang berprofesi sebagai pengusaha ini.

Prosesi pemakaman berlangsung sekitar 20 menit. Tahlil berkumandang ditutup dengan pembacaan doa oleh Al Ustadz Drs H Ansoruddin Nasution. Ratusan pelayat yang mengikuti prosesi pemakaman serentak menengadahkan tangan memanjatkan doa untuk kelapangan kubur gadis kelahiran tahun 1994 itu.

Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat berjenis kelamin perempuan ditemukan tewas di dalam kamar kos-kosan di simpang Aek Tolang, Lingkungan II Kelurahan Pandan, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng), Jumat (14/6/2019) sekitar pukul 10.13 WIB.

Penemuan mayat yang diketahui bernama Santi Devi Malau (25) berawal dari kecurigaan rekan kerja korban. Korban yang bekerja sebagai costumer service di Bank Syariah Mandiri (BSM) ini tak kunjung keluar dari kamar kos. Saat dihubungi melalui telepon selluler, handphone korban juga tidak aktif. Curiga, rekan kerja korban pun mendatangi tempat kos korban untuk memastikan keadaan korban yang tidak masuk kerja.

“Setiba di depan kamar kos korban, kami pun mengedor-gedor pintu kamarnya, tapi nggak dibuka-buka. Dia pun nggak menyahut dari dalam kamar,” tutur Afri Hutagalung, salah satu rekan korban saat itu.

Melihat kondisi itu, rekan kerja korban yang tiba di lokasi dan didampingi beberapa warga memilih untuk mendobrak pintu kamar kos korban. Setelah pintu kamar terbuka, mereka pun dikejutkan melihat kondisi tubuh korban yang sudah terbujur kaku di dalam kamar kos.

“Kami melihat korban tergeletak di lantai kamar kos, dekat kamar mandi,” jelasnya.

Atas penemuan tersebut, rekan kerja korban langsung menghubungi pihak kepolisian. Mayat korbanpun selanjutnya dibawa ke RSUD Pandan untuk dilakukan otopsi.

Diduga, Santi Devi Malau yang merupakan warga Lingkungan II Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun ini menjadi korban pembunuhan. Hal ini di tandai dengan ditemukannya luka-luka pada bagian wajah. Hidung remuk dan mengeluarkan darah. Sementara 1 unit iPhone dan dompet milik korban hilang.

Dugaan pembunuhan terhadap Santi diperkuat dengan keterangan tertulis dari pihak kepolisian. Kapolres Tapteng AKBP Sukamat, melalui Kapolsek Pandan AKP Harry menyebutkan, pada tubuh korban ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Korban di temukan di dalam kamar mandi di balut dengan kain dan di muka korban di temukan bekas pukulan benda keras,” kara AKP Harry melalui pesan tertulisnya. (ztm)

Share this: