Jamaah Haji Mulai Bergerak ke Arafah

Share this:
Jamaah haji asal Indonesia bersiap menuju Mina untuk menjalankan ibadah Tarwiyah, Jumat (9/8). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos

METROTABAGSEL.COM, PUNCAK ibadah haji berlangsung besok (10/8). Para jamaah mulai bergerak meninggalkan Makkah menuju Arafah pagi ini. Wukuf akan dimulai dari tergelincirnya matahari hingga menjelang Magrib. Diperkirakan suhu mencapai 40 derajat Celsius. Jamaah pun diminta memperbanyak berdoa di dalam tenda saja karena sudah dilengkapi AC.
Panasnya cuaca itu sudah terasa di Makkah kemarin. Padahal, dua hari lalu sudah tidak terlalu panas. Bahkan sempat turun hujan. Di Masjidilharam sudah jarang ditemukan calon jamaah haji (CJH) Indonesia. Mereka ada di hotel untuk melakukan persiapan keberangkatan. Selain itu, bus salawat alias antar jemput dari hotel menuju Makkah juga sudah diberhentikan sementara.

Suasana Jumat (9/8) pagi di depan hotel nomor 101 di daerah Syisyah sudah ramai. Jamaah berkumpul untuk menunggu pemberangkatan menuju Arafah. Karena armada bus dibatasi 21 unit di setiap maktab, pengangkutan jamaah menuju Arafah dijalankan secara bertahap.

Pemberangkatan menuju Arafah dijalankan dalam tiga gelombang. Pertama berangkat mulai pukul 07.00 waktu setempat sampai pukul 12.00. Kemudian disusul gelombang kedua mulai pukul 12.00 sampai 16.00 waktu setempat. Gelombang ketiga dilaksanakan pada pukul 16.00 hingga 24.00 waktu setempat.

Salah satu jamaah yang sedang menunggu bus adalah Parjanah Surodarmo. Pria 65 tahun itu tergabung dalam kloter BTH-01 asal embarkasi Batam. Parjanah menuturkan sudah bersiap untuk berangkat menuju Arafah sejak subuh. Dia telah mengenakan pakaian ihram dan menjalankan niat dipimpin oleh ketua rombongannya.

“Yang saya bawa adalah tas tenteng. Untuk koper ditinggal di kamar,” kata pria asal Kota Jambi itu.
Selama di Arab Saudi dia mengaku sehat. Parjanah berharap proses wukuf berjalan dengan lancar dan diberikan kesehatan. Kemudian saat pelaksanaan mabit di Mudzalifah dan melempar jumrah di Mina juga diberikan kelancaran.

Selain itu, dari depan kantor Daerah Kerja Makkah terlihat sejumlah jamaah dari penjuru dunia berjalan kaki menyusuri terowongan. Mereka adalah jamaah yang menjalankan ibadah sunah Tarwiyah. Rute yang mereka lalui adalah dari hotel atau pemondokan menuju Mina dahulu untuk bermalam. Kemudian pada Sabtu (10/8) pagi mereka bergerak menuju Arafah untuk wukuf.

Kepala Daker Makkah Subhan Cholid menuturkan jamaah asal Indonesia juga banyak yang melakukan Tarwiyah. Jumlahnya 35 ribu orang lebih. Pemerintah Indonesia tidak memfasilitasi pelaksanaan tarwiyah. Namun, masing-masing maktab memberikan fasilitas bus untuk jamaah menuju Mina.

Subhan berharap jamaah tetap berkelompok saat Tarwiyah. Sehingga saat bergerak menuju Arafah tidak ada yang tertinggal. Selain itu dia berpesan supaya jamaah menjaga kondisi dan antisipasi cuaca panas saat pelaksanaan wukuf di Arafah besok. Menurutnya ada jamaah yang lebih suka berdoa saat wukuf di bawah langit langsung atau tidak di dalam tenda.
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menuturkan, mobilisasi jamaah haji menuju Arafah dilakukan dalam tiga gelombang. Yakni, pukul 07.00-12.00 untuk gelombang pertama. Kemudian, gelombang kedua pukul 12.00 sampai 16.00. Gelombang terakhir pukul 16.00 sampai 00.00.

Lukman menjelaskan, sebagian jamaah Indonesia menjalankan tarwiyah. Jumlahnya belum bisa dipastikan petugas Daker Makkah. Namun, angka sementara sudah mencapai 35 ribu orang. Jamaah yang melakukan tarwiyah mengambil rute dari hotel menuju Mina. Setelah menginap semalam di Mina, bakda salat Subuh, mereka baru menuju Arafah untuk wukuf. “Saya berharap jamaah yang tarwiyah dilakukan dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya. (jp)

Share this: