Harimau Masih Resahkan Warga, MUI Anjurkan Berantas Pekat

Share this:
Warga Desa Pagaranbira Jae undang MUI meminta saran menghadapi keresahan warga akan keberadaan Harimau, Selasa (11/6) malam di rumah Sekdes Pagaranbira Jae.

PALAS– Keberadaan harimau hingga kini masih meresahkan warga Sosopan dan sekitarnya. Hingga kemarin, warga masih terus berjaga-jaga. Tidak ada aktivitas yang mencolok saat ini yang dapat dilakukan warga.

Mereka hanya berharap, hewan buas ini dapat dievakuasi dari habitat disekitaran Sosopan. Malah, warga berupaya berbenah diri. Kalau-kalau ada perbuatan negatif atau yang janggal hingga membuat marah sibelang ini, sampai menelan korban.

Itu sesuai petuah orangtua dulu terhadap hewan buas yang diyakini memiliki mistis ini. Jika sudah masuk perkampungan, berarti ada yang salah dengan warga. Atas dasar ini, warga Desa Pagaranbira Jae pun mengundang MUI Kabupaten Palas, Selasa (11/6) malam.

Berharap ada wejangan atau saran demi keberlangsungan hidup warga ke depan.
Di situ MUI menyarankan agar penyakit masyarakat selama ini ditutup dan dibersihkan. Bisa jadi, kedatangan harimau ke perkampungan hingga menelan korban merupakan teguran bagi warga atas perbuatan yang menyimpang.
Memang menurut salah satu warga, selama ini ada pakter bebas beroperasi. Ditambah perjudian saat lebaran ini secara musiman juga marak.

Tidak itu saja, rombongan MUI yang diketuai Ustad H Ismail Nasution Lc M TH ini juga menegaskan agar hal-hal yang melanggar norma syariat, untuk segera diluruskan. Terlebih hubungan suami istri yang tidak sesuai dengan syariat Islam.

“Kita sarankan untuk pembersihan hukum terkait hubungan suami istri / talaq dan rujuk di Desa Pagaranbira Jae. Semoga jadi contoh untuk Desa yang lain. MUI Kabupaten Padang Lawas berharap kegiatan ini dicontoh oleh desa-desa lain. Mengingat pembiaran keluarga yang sudah talaq tiga tetap bersama merupakan pembiaran kemunkaran didepan mata dan hal ini bisa mengundang bala bencana. Alhamdulillah 5 pasangan berhasil kita putuskan hukumnya tadi malam di Pagaran Bira Jae. Saya berterimakasih kepada kepala desa dan malim kampung Desa Pagaranbira yang sudah komitmen mengadakan pembersihan di desa Pagaranbira Jae dan melibatkan MUI Kabupaten Padang Lawas,”
kata Ustad H Ismail Lc M TH berdasarkan Komisi Fatwa MUI Kabupaten Palas.

Untuk ke depan, warga sepakat membuat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatan membuka pakter. Lalu, warga juga sepakat akan segera membuat Perdes tentang perjudian di desa itu.

“Seminggu ini, kita usahakan (Perdes) itu dikerjakan,” tandas Habib Aswadi Hasibuan, Sekdes Pagaranbira Jae kepada Metro Tabagsel.

Selain itu, MUI juga menyarankan warga untuk terus melakukan Solat Istighosah. Warga diminta banyak Istigfar. “Karena Istigfar merupakan solusi untuk semua permasalahan hidup,” tutur Ketua MUI. (tan)

Share this: