Gawat! Seorang Wanita Dilecehkan saat Naik Bus

Share this:
Bus yang ditumpangi Bunga saat ia mengalami pelecehan seksual, tiba di Terminal Sibolga.

Perjalanan dari Medan Menuju Sibolga

SIBOLGA – Seorang wanita asal Sibolga, penumpang bus antar kota yang berangkat dari Medan menuju Sibolga mengaku shock akibat ia menjadi korban pelecehan seksual saat dalam perjalanan dalam bus, Kamis (30/5).

Sebut saja Bunga (nama samaran korban, red), ia menuturkan bahwa awal mula peristiwa pelecehan yang dialaminya saat dirinya berangkat dari Loket Bus Bintang Utara Medan menuju Kota Sibolga, Rabu (29/5) malam.

Awalnya perjalanan wanita berumur 24 tahun ini dengan seorang teman sebangkunya berinisial W warga Pondok Batu, Tapteng, pada malam itu biasa saja. “Kakak ini (W,red) teman sebangku ku, kondisi sewa waktu itu ada satu saya lihat duduk di bangku tempel dengan jarak beberapa kursi di depan tempat duduk kami. Jadi karena ada sewa yang turun, sewa yang di bangku tempel itu pindah ke tempat duduk sewa yang turun tadi,” ujar Bunga kepada NEW TAPANULI, Kamis (30/5) setelah tiba di Terminal Sibolga sekira pukul 06.55 WIB.

Saat itulah, lanjut Bunga, ada seorang lelaki yang awalnya duduk di dekat sopir bus dengan Nopol BK 7436 DP itu pindah ke bangku tempel yang telah kosong tadi.

“Di dekat supir itunya dia duduk sebelumnya, jadi karena kosong bangku tadi, pindahlah dia ke situ, dan itupun dipindahkannya lagi posisi bangku tempel itu jadi mendekat samaku, di situlah dia duduk,” ucap Bunga.

Meski demikian, Bunga mengaku tidak menaruh curiga berlebihan melihat tingkah tidak wajar pria tersebut, sehingga ia pun terlelap tidur dan tersadar hingga langsung menjerit setelah ia mengalami tindakan pelecehan dari pria tersebut. “Pas posisi kami di sekitar Siborong-borong, terbangun aku, kulihat tangannya meraba-raba. Langsung kupukullah, kurang ajar kubilang,” kata Bunga sembari menangis menceritakan peristiwa itu.

“Kemudian dimaki-maki kakak (W) itulah lagi dia. Lalu kubilang kulapor polisi yah, di situlah mungkin takut dia langsung minta turun, turunlah dia di Siborong-borong. Supir pun diam-diam sajanya di situ, malah diturunkan begitu saja laki-laki itu,” tambah Bunga.

Setelah kejadian itu, masih kata Bunga, seorang pria yang mengaku sopir dua bus itu sempat mengajak Bunga untuk membicara peristiwa itu secara baik-baik.

“Nggak ngerti aku apa maksudnya, diajaknya aku, sinilah dulu kak. Di depanlah kita bicarakan dulu baik-baik kata supir dua bus itu. Mana mau aku, entah apa mau dibicarakannya, aku sudah gemetaran tapi mereka kayak nggak bertanggungjawab dengan kenyamanan penumpangnya. Malah diturunkan begitu saja laki-laki itu. Enggak taulah, mungkin karena teman mereka laki-laki itu, karena dari awal pun duduk dekat supir itu,” ketusnya.
Atas peristiwa itu, kini Bunga mengaku masih shock dan trauma menumpangi bus tersebut. “Gemetaran aku ini bang, sampai sekarang masih dingin-dingin tanganku, trauma aku naik bus itu,” katanya.

Sementara itu, Ingot Hutagalung, sopir bus yang ditumpangi Bunga saat ditemui di Loket Bus Bintang Utara Terminal Sibolga membenarkan peristiwa yang menimpa penumpangnya itu. “Ia, mau gimanalah. Karena malu, minta turun dia, kami turunkanlah. Apalah yang mau kami bilang di situ, kalo mau nuntut nggak taulah kami itu, ke perusahaanlah, berurusan sama orang Medan,” ucap Ingot.

Ingot juga menuturkan, bahwa pria yang melakukan pelecehan terhadap penumpangnya itu ia kenal bermarga Tampubolon dan merupakan salah seorang sopir Bus Bintang Utara.
“Nggak tau aku namanya, marganya Tampubolon, supir-supir Bintang ini juga dia itu. Dia dari medan memang mau ke ke sini (Sibolga,red) tujuannya, memang kurang ajar itu,” katanya.

Selain itu, Ingot dan beberapa sopir bus lainnya yang ditemui di loket Bintang Utara itu mengaku bahwa pelaku pelecehan seksual tersebut memiliki ciri-ciri tangan cacat. “Orangnya itu tangannya agak bengkok-bengkok itu,” tambahnya.(dh)

Share this: