Dugaan Pelanggaran Pemilu Dilapor ke Bawaslu, Kali Ini Bukti Rekaman Video

Share this:
Massa Komtabagsel menyampaikan pelaporan di Bawaslu Kabupaten Tapsel, Jumat (17/5) selepas berunjuk rasa. (Samman Siahaan)

TAPSEL – Jumat (17/5), massa yang menamakan diri dari Konsorsium Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan (Komtabagsel) unjukrasa di Kantor Bawaslu Kabupaten Tapanuli Selatan, Jalam Williem Iskandar, Sadabuan, Kota Padangsidimpuan.

Mereka menuntut penindakan terhadap oknum calon legislatif di Dapil III Tapsel yang diduga melakukan pelanggaran.

Hendri Alfrianto, sebagai koordinator aksi mengungkapkan, kedatangan mereka ke Kantor Bawaslu Tapsel ini juga sekaligus untuk memberikan laporan serta dukungan penuh terhadap penegakan hukum, terhadap para peserta Pemilu yang terindikasi dan diduga melakukan Tindak Pidana Pemilu.

“Salah satunya, kami menduga adalah Calon Legeslatif berinisial ABD (Caleg nomor urut 1 salahsatu partai di Dapil III: Batang Angkola, Tantom, Sayur Matinggi) yang telah melakukan pelanggaran pemilu pada 17 April 2019 kemarin,” ungkap Hendri yang merupakan Sekretaris Komtabagsel itu.

Maka, atas dasar dugaan pelanggaran itu, Komtabagsel pun meminta kepada Bawaslu Tapsel untuk melakukan pengusutan secara tuntas terhadap dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu yang terjadi di salah satu TPS di Desa Kondang, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapsel. Alamat dan nama itu sesuai berdasarkan bukti rekaman video yang mereka lampirkan dalam pelaporan.

Komtabagsel juga meminta Bawaslu menindak secara tegas oknum-oknum yang terlibat dalam praktik pelanggaran pidana pemilu tersebut. Dengan merekomendasikan diskualifikasi terhadap Caleg yang diduga melakukan pelanggaran, dengan inisial ABD.

“Dan kami serahkan barang bukti dan kelengkapan administrasi lainnya untuk ditindak lanjuti. Kami minta kepada Bawaslu serta Gakkumdu untuk tegas dan transparan memproses laporan dugaan tersebut,” kata Hendri.

Perwakilan dari Bawaslu Kabupaten Tapsel yang menerima massa, Rozi Harahap menerima laporan. Namun ia mengatakan, agar massa harus melengkapi administrasi pelaporan, hingga Selasa (21/5) mendatang.

“Kami sudah menerima laporan dari massa aksi dan akan menindak lanjutinya sesuai dengan regulasi yang ada. Untuk administrasi pelaporan masih ada yang belum lengkap dan kami tunggu hingga tiga hari ke depan (masa kerja), yaitu paling lambat pada hari Selasa 21 Mei 2019 pukul 14.00 WIB.” Rincinya sembari menerima bukti dan pelaporan massa Komtabagsel itu.

Dari video yang dijadikan alat bukti, terdengar suara seseorang yang merupakan perekam video menyapa beberapa petugas KPPS yang tengah menjalankan tugasnya di TPS. Petugas KPPS itu mengakui dan telah menerima sejumlah uang dari oknum Caleg yang dimaksud. Ini kemudian menjadi acuan massa Komtabagsel untuk melaporkan oknum Caleg tersebut ke Bawaslu Kabupaten Tapsel. (san)

Share this: