Dua Anak Aiptu JAP Hutauruk Histeris, Baru Ditinggal Ibu, Lalu Ditinggal Ayah

Share this:
Anak almarhum Aiptu JAP Hutauruk menyalami kedatangan kerabat dan keluarga di rumah duka,Jalan Bahkora 2 Atas, Kecamatan Siantar Marihat, Selasa (25/6).

KEPERGIAN Aiptu JAP Hutauruk (46) yang tewas karena kecelakaan, Senin (24/6) sekira pukul 22.15 WIB di Jalan Lintas Siantar Perdagangan membawa duka mendalam bagi keluarga khususnya kedua anak lelaki almarhum.
Mirisnya, istri almarhum meninggal dunia sekitar tujuh bulan yang lalu. Hal itu pula yang membuat kedua anak almarhum semakin sedih.

Pantauan wartawan di rumah duka, Jalan Bahkora 2 Atas, Kecamatan Siantar Marihat, Selasa (25/6) tangis kedua anak korban pecah begitu kerabat dan keluarga mulai berdatangan dan mengucapkan belasungkawa.
“Pak jangan tinggalkan kami. Kenapa kau pergi. Padahal Mama baru saja meninggal,” ujar kedua anak korban dalam tangis mereka.

Sementara menurut warga, selama ini korban merupakan sosok pendiam dan baik hati. Seluruh keluarga berharap semoga almarhum diterima di sisi Tuhan, dan kedua anaknya bisa tabah dalam menghadapi cobaan ini.
Hal itu dibenarkan Pdt Jansen Simanjuntak yang merupakan abang ipar almarhum. Pdt Jansen menyayangkan peristiwa yang menimpa adik iparnya tersebut.

“Dia (almarhum, red) itu orangnya baik dan sayang pada anak-anak. Selama ini dia sekaligus ibu bagi kedua anaknya sejak istrinya meninggal dunia sekitar tujuh bulan yang lalu,” ujar Pdt Jansen.
Diceritakan, kejadian naas itu berawal ketika almarhum pulang dari Polsek Bangun menuju kediamannya di Jalan Bakora 2 Atas. Namun dia mengaku tidak tahu persis kronologis kejadian.
“Soal kronologisnya, saya tidak tahu percis seperti apa. Saya hanya mendengar kabar setelah terjadi kecelakaan,” sebutnya.

Jansen juga mengaku prihatin terhadap kedua anak korban. Apalagi kepergian korban begitu mendadak.
“Sekarang mereka sudah tak punya ibu bapak lagi. Padahal anaknya paling besar baru saja tamat SMA. Anak kedua duduk juga masih di bangku SMA,” ujarnya lalu mengatakan tidak punya firasat apapun sebelum kejadian.
Mereka terakhir kali bertemu Minggu (23/6) di rumah Jansen. Bahkan almarhum sempat makan seperti biasa di rumah itu. “Firasat sih ngak ada. Perasaan kami baik-baik saja,” ucapnya.
Hanya saja sejak kepergian istrinya, Aiptu JAP Hutauruk sering mengeluh kepada keluarga dan rekan kerjanya, kalau ia tak punya semangat untuk hidup lagi sejak istrinya meninggal dunia.

Tabrakan dengan Colt Diesel
Aiptu JAP Hutauruk anggota Polri yang bertugas di Polres Simalungun meninggal setelah bertabrakan dengan mobil truk jenis Colt Diesel di Jalan Umum Siantar-Perdagangan, Senin (24/6) sekira pukul 21.30 WIB.
Informasi dihimpun, diduga sebelum terjadinya kecelakaan, satu unit mobil truk Mitsubishi Colt Diesel BK 8603 EL yang dikemudikan oleh Suriono datang dari arah Pematangsiantar tujuan Perdagangan.
Setiba di daerah Nagori Senio, Kecamatan Gunung Malela, mobil truk tersebut mendahului satu unit sepedamotor Honda Supra Fit BK 3998 WR yang dikendarai oleh Rudianto, sehingga mengambil jalur terlalu kanan arah tujuannya, serta jalan agak menikung.

Di saat bersamaan, datang satu unit mobil Mitsubishi Triton yang dikemudikan almarhum dari arah Perdagangan hingga terjadi tabrakan. Kemudian mobil truk yang tidak bisa terkendali selanjutnya menyerempet pengemudi sepedamotor yang berada di sisi kiri searah tujuannya yang mengakibatkan pengemudi dan penumpang sepedamotor jatuh.

Akibat kecelakaan tersebut, mobil yang dibawa almarhum ringsek. Sementara almarhum terjepit di dalam mobil. Diduga karena benturan yang kuat dan luka berat, almarhum akhirnya meninggal dunia.
Sementara itu, pengendara Supra Rudianto (40) warga Nagori Senio dan boncengannya Sri Hartati (41) mengalami luka-luka dan dirawat di RS Vita Insani Pematangsiantar.

Satria (30), salah seorang warga saat diwawancarai mengatakan pada saat kejadian, korban terjepit di dalam mobil dan sangat sulit dikeluarkan.

“Harus dibantu dulu dengan mobil derek baru korban bisa dikeluarkan dari mobil. Korban sendirian di dalam mobil, baru pulang dari Polsek Bangun,” katanya.
Sementara Kanit Laka Polres Simalungun Iptu Amir Mahmud membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP.

“Kita masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi termasuk supir truk. Sementara korban sudah dibawa ke rumah duka,” terangnya. (mag03/pra/des)

Share this: