Darul Mursyid Bertransformasi Jadi Lembaga Pemberdayaan Umat

Share this:
Jafar Syahbudddin Ritonga, DBA (kanan) Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) yang mengelola PDM bersama Ibunda Hj Riana Siregar sebagai Ketua Badan Pendiri (kiri).

TAPSEL – Pesantren Modern Unggulan Terpadu “Darul Mursyid” (PDM) yang beralamat di Sidapdap Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan, kini berusia dua puluh enam tahun pada tahun 2019. PDM sebagai lembaga Pendidikan kemudian melakukan transformasi Visi-Misinya.

Transformasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari partisipasi memberikan manfaat bagi umat yang lebih luas khususnya bagi masyarakat di Provinsi Sumatera Utara yang bermartabat pada tahun 2023.

Hal ini disampaikan oleh Jafar Syahbuddin Rtionga, DBA sebagai Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) yang mengelola PDM.

Jafar juga menjelaskan, bahwa secara historis, sejak berdiri pada tahun 1992, PDM telah mengalami empat fase. Masa Pertama, Masa inisiasi 1993-1998, Masa Pancaroba 1998-2002, Masa Transisi 2002- 2007, New Face Darul Mursyid tahun 2010 hingga sekarang (2019).

Dalam masa itu, penentuan visi-misi pesantren ini secara jelas terinci, terarah dan terukur dimulai sejak kepemimpinan anak tunggal Pendirinya almarhum Haji Ihutan Ritonga, yakni Jafar Syahbuddin Ritonga DBA. Berawal dari Tahun 2007, PDM mempunyai Misi “Menghasilkan Calon Intelektual Muslim yang Mandiri” dan tidak berubah hingga tahun 2018.

Tapi di tahun 2019, Visinya berubah-ubah sesuai target yang ingin dicapai.

Adapun visi PDM sebelumnya adalah ingin menjadi pesantren yang terbaik di Indonesia dalam hal prestasi dan manajemen tahun 2018.

Kini PDM bertransformasi dan akan menjadi topik pembahsan kita secara khusus. Tahun 2019 ini bukan hanya visinya yang berubah, tapi juga misinya. Misi menjadi “Pelopor perubahan kejayaan peradaban Islam di Sumatera Utara”. Sementara Visinya: “Menjadi pusat kejayaan peradaban Islam di Sumut 2023.”

Jafar Syahbuddin Ritonga, DBA yang juga sebagai Direktur PDM menjelaskan bahwa tujuan tranformasi visi-misi PDM di latarbelakangi pemikiran bahwa dalam Islam orang yang paling baik dan mulia adalah orang yang paling berguna kepada orang banyak, maka PDM kemudian ingin mewujudkannya dan secara jelas tertuang dalam visi-misi pesantren asuhannya itu. Lebih jauh transformasi itu bertujuan bahwa PDM bukan hanya sekedar lembaga Pendidikan tapi berubah menjadi lembaga pemberdayaan umat.

“Selama ini melalui porgram sosial, kami sudah membantu masyarakat Sumatera Utara seperti: pembangunan mesjid, pembangunan fasilitas umum, membantu pesantren dan rumah tahfidz, memberikan infak kepada Panti Asuhan, memberikan bea siswa pendidikan, insentif kepada Guru mengaji di desa sekitar PDM, memberikan dana kepada para petani, peternak, pedagang kaki lima,” ungkapnya.

Bahkan menurut penuturan Jafar bahwa dalam hitungan kasarnya sudah tersalurkan sekitar 5 Miliar sejak tahun 2010 yang lalu kepada sekitar 600 Mesjid, 18 Pondok Pesantren, 15 Fasilitas Umum dan juga bantuan khusus karena bencana alam khususnya ditanah Karo. Uangnya berasal dari Gerakan Infak Jum’at yang kini mencapai 20 Juta setiap Jum’at. Infak tersebut terkumpul dari infak Guru dan Karyawan sekitar 150 orang, siswa sekitar 700 orang di motivasi dan dikelola secara baik dan transparan. Semangat itulah yang akan ditularkan oleh PDM kepada semua peserta seminar yang terdiri dari Pimpinan Pondok Pesantren dan pengurus Badan Kemakmuran Mesjid.

“Secara tidak langsung, PDM telah mengubah imej kalau biasanya Pihak pesantren meminta sumbangan, kali ini pesantren memberikan bantuan, bahkan jumlahnya tidak sedikit. Tapi PDM tidak mau berhenti disitu, PDM ingin lebih jauh. Tidak sekedar memberikan bantuan materil tapi juga peningkatan kualitas SDM masyarakat Sumut. Untuk itu PDM berharap semua lembaga Umat harus bersatu padu untuk kejayaan Islam di Sumut,” papar Jafar.

Lebih jauh, Jafar Syahbuddin Ritonga, DBA juga menjelaskan bahwa PDM sendiri telah berbuat, tapi cita-cita itu tidak bisa diwujudkan oleh Pesantren Darul Mursyid sendirian, tapi lembaga-lembaga umat harus bersatu dan bergandengan tangan. Maka Jafar mengajak berbagai lembaga umat seperti Pesantren, Badan Kemakmuran Mesjid, Ormas Islam (Dewan Mesjid Indonesia), dan Bank Syari’ah untuk bergandeng tangan memajukan dan mewujudkan kejayaan Islam sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

“Kedepan PDM berencana untuk menyelenggarakan acara seminar untuk menghimpun kekuatan lembaga umat Islam dalam mewujudkan masyarakat Islam yang bermartabat khususnya di Sumut dalam jangka waktu pendek, yakni tahun 2023 mendatang,” pungkasnya. (ran)

Share this: