Dang Hubereng Beho Boru “Siswi SMK Tewas di Kebun Cengkeh”

Share this:
Polisi mengevakuasi jenazah Kristina br Gultom dari perladangan di Dusun Huta Sitolu-tolu Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung.

TARUTUNG, METROTABAGSEL.COM – Retna boru Sianturi histeris. Ia tak menyangka menyaksikan putrinya, Kristina boru Gultom (20) dalam kondisi tak bernyawa di perladangan. Parahnya, saat ditemukan kondisi jenazah tidak mengenakan busana.

“Borukku Kristina… Dang boi beho hubereng jala dang boi beho hubereng PKL di kantor bupati (Putriku Kristina… Gak bisa lagi kau kulihat dan tidak bisa lagi kau kulihat PKL di Kantor Bupati),” ungkap Retna Boru Sianturi.

Ia berulangkali ditenangkan warga sekitar. Air mata terus mengalir dari sudut kedua mata wanita berperawakan kurus ini. Didampingi suaminya Sardin Gultom (50), Retna kembali memanggil-manggil nama putrinya saat jasad Kristina dimasukkan ke kantong jenazah dan diangkut ke ambulance.

Ya, jenazah siswi kelas XII SMK Karya Tarutung warga Dusun Barbaran Desa Banuarea, Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara, itu pertamakali ditemukan sekira pukul 08.00 WIB pada Senin (5/8).

Jenazah ditemukan oleh ayahnya sendiri, Sardin Gultom yang melakukan pencarian terhadap korban. Jasad Kristina ditemukan di kebun cengkeh yang berjarak 200 meter dari kediaman mereka.

Informasi dihimpun dari lokasi kejadian, korban diketahui sudah tidak pulang satu malam, sejak Minggu (4/8). Lalu pada pagi harinya, Sardin Gultom, keluarga dan warga Dusun mencari keberadaan korban.

Begitu mendapati jenazah putrinya, Sardin dan warga lain langsung melaporkan kejadian ke kepala desa, yang diteruskan ke personel kepolisian. Tak lama, Unit Identifikasi INAFIS dan Reserse Kriminal Polres Taput langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP. Dari sana, polisi mengamankan bebepa barang bukti dan mengevakuasi korban menuju Rumah Sakit Umum Tarutung.

Menurut salah seorang warga, sebelumnya Kristina keluar rumah sekira pukul 15.00 WIB. Namun, hingga malam hari, korban tidak kunjung pulang ke rumah.

Disebutkan juga, Kristina setiap hari PKL di kantor bupati.
“Setiap pulang dari PKL biasanya dia (korban, red) selalu pulang ke rumahnya. Kristina ini baik orangnya dan berparas manis. Sepulang sekolah selalu membantu orangtua membantu menanam kacang di ladang,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Dia menambahkan, pada Minggu (4/8), kami masih melihat dia meski tidak sampai ke rumah,” akunya.
Pantauan di lokasi, setelah melakukan identifikasi jenazah korban yang ditemukan dalam posisi telungkup tersebut, polisi selanjutnya membawa jenazah ke RSU Tarutung.

Polisi Amankan Seorang Warga
Sementara Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen melalui Kasubag Humas Aiptu Sutomo Simaremare menceritakan kronologis peristiwa penemuan jenazah korban.

Menurutnya, pada Minggu (4/8) pukul 22.30 WIB, ibu korban Retna br Sianturi datang ke rumah saksi Sanggam Hutapea untuk memberitahukan bahwa putrinya Kristina br Gultom belum kembali ke rumah hingga pukul 22.00 WIB.
Lalu saksi Sanggam Hutapea menyarankan agar Retna menghubungi nomor telepon Kristina. Saat itu Retna mengatakan bahwa nomor HP korban sudah tidak aktif lagi. Kemudian Sanggam menyarankan agar keesokan harinya dilakukan pencarian terhadap Kristina.

Share this: