Buntut Pegawai RSUD Mogok Kerja, BPJS Klaim Sudah Cair

Share this:
Tulisan dari pendemo pegawai RSUD

PALAS – Pasca aksi mogok para pegawai, tenaga medis dan non medis hingga dokter sepesialis RSUD Sibuhuan kemarin, disikapi langsung Wakil Bupati Palas Ahmad Zarnawi Pasaribu.

Ahmad Zarnawi Pasaribu langsung memimpin rapat dengan mengundang langsung kepala RSUD Sibuhuan, Kabag Hukum, Inspektorat dan Asisten II Sekretariat Daerah, Kamis (16/5) di ruang rapat kantor wakil bupati.

Asisten II Panguhum Nasution usai pertemuan dengan Wakil Bupati kepada wartawan menjelaskan, ada beberapa poin yang harus segera dilaksanakan pimpinan rumah sakit pasca adanya aksi mogok kerja kemarin.

Di antaranya Wakil Bupati meminta dr Elni selaku pimpinan rumah sakit umum daerah supaya memastikan tidak ada pelayanan terganggu di rumah sakit. “Ya salah satu poin pentingnya, jangan sampai pelayanan RSUD terganggu,” ujar Panguhum melalui seluler.

Memang, sehari pasca aksi mogok itu, dipastikan pelayanan rumah sakit plat merah ini tetap beroperasi. Pegawai medis atau non medis serta spesialis tetap melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. “Tidak ada (lagi yang mogok). Kemarin juga pelayanan tetap berjalan, tidak ada kendala,” tukas Direktur RSUD dr Elni Rubianti.

Sebelumya info yang dihimpun Metro Tabagsel pasca aksi mogok kemarin, wakil bupati bersama pihak RSUD dan pegawai yang keberatan langsung mendatangi kantor BPJS kesehatan. Hal mengejutkan terungkap saat dimintai keterangan dari BPJS.

Merujuk pada tuntutan pegawai yang tak menerima jasa BPJS selama kurun satu tahun terakhir.

Sesuai keterangan BPJS Sibuhuan, proses pencairan telah dilakukan sejak Juli 2018 sampai Januari 2019 lalu. Artinya dana jasa BPJS itu sudah diterima RSUD sesuai pengajuan.

“BPJS sudah membayar klaim RSUD sampai dengan bulan pelayanan Januari 2019 sesuai dengan pengajuan mereka,” terang kepala BPJS Novita Arini Siregar lewat pesannya whattsapp-nya.

Berdasarkan pengakuan Beny Lubis, salah seorang pegawai yang keberatan, begitu diketahui telah cair, pihak manjemen RSUD tak bisa membantah. Dana itu dibenarkan telah cair, namun tertahan di rekening daerah.

Alasannya kekuranglengkapan administrasi dalam pengajuan pencairan.

“Tapi kalau mang tertahan disitu (Kasda, red), lalu kenapa kepada sebagian dokter-dokter spesialis bisa dicairkan per Juli-Agustus lalu. Sementara untuk petugas medis ataupun non medis lainnya, tidak ada cair sampai sekarang. Dan pertanyaannya, dikemanakan uang itu,” ungkap Beny mempertanyakan.

Dari pengakuan itu, pihak RSUD mengklaim akan melakukan proses pencairan secepatnya. Guna mempercepat, malah ditambah pegawai untuk membantu pengerjaannya. Ditargetkan, tuntutan pegawai medis dan non medis itu selesai satu minggu ini.

“Proses pencairan dikejar secepat mungkin, ditambah pegawai untuk membantu pengerjaannya. Dalam satu minggu ini InsyaAllah. Karena memang sudah diproses,” jelas direktur RSUD Sibuhuan dr Elni Rubianti Daulay lewat aplikasi pesannya, Kamis (16/5). (tan)

Share this: