Bubarkan Tawuran, Polisi Malah Dikeroyok

Share this:
ES, usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Sibolga.

SEORANG Polisi di Kota Sibolga dikeroyok sejumlah pemuda beberapa hari lalu. Peristiwa yang terjadi sekira pukul 23.00 WIB ini, bermula saat oknum polisi bernama Maman Lubis (42) tersebut membubarkan dua kelompok massa yang hendak tawuran di Jalan Tenggiri, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota.

Menurut keterangan Maman yang melaporkan kejadian penganiayaan yang dialaminya tersebut ke Polres Sibolga, awalnya dia sedang menggelar patroli dan melihat ada dua kelompok massa berkumpul. Saat dia hampiri, massa pun berangsur membubarkan diri. Namun, beberapa saat kemudian, massa kembali berkumpul. Untuk kedua kalinya, diapun mencoba membubarkan massa, hingga terjadi aksi kejar-kejaran.

“Melihat sekelompok anak-anak yang kumpul di Jalan Tenggiri seperti hendak tawuran dengan anak Jalan Santeong, korban mendatangi kedua kelompok tersebut dan mengimbau untuk membubarkan diri dan kembali ke rumahnya masing-masing. Kemudian, anak-anak tersebut membubarkan diri. Tapi mereka kembali lagi berkumpul. Maman kemudian mendatangi mereka dan anak-anak tersebut melarikan diri. Maman mengikuti mereka dari belakang,” kata Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, Senin (3/5) lalu.

Saat itulah, beberapa pemuda yang sedang duduk di atas sepeda motor membentak polisi berpangkat Aiptu tersebut dan melarangnya untuk mengejar massa yang melarikan diri. “Kenapa kok dikejar-kejar, Maman menjawab, kalau terjadi tawuran, kamu mau bertanggungjawab,” ungkapnya.

Mendengar jawaban Maman yang seolah menantang, para pemuda tersebut kemudian menganiayanya. “Maman dianiaya dengan cara meninju muka dan bahagian leher korban,” pungkasnya.
Setelah menerima laporan, Kasat Reskrim AKP Azhari SE kemudian memerintahkan unit Opsnal untuk melakukan penyelidikan dan pendalaman. Minggu (26/5) sekira pukul 02.00 WIB, petugas berhasil mengamankan salah seorang pelaku, dari rumahnya di Jalan Tongkol. Pelaku berinisial ES alias E (19).

“Tersangka belum pernah dihukum dan belum berumah tangga. Penganiayaan yang dilakukan dengan cara memukul pada bagian leher dengan menggunakan tangan, tidak menggunakan alat,” kata Sormin.

Kepada polisi, pria yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut mengaku menganiaya Maman bersama dua temannya yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Sibolga. “Identitas pelaku lainnya sudah kita kantongi, masih dalam pencaharian. Dan kepada para pelaku, dihimbau agar segera menyerahkan diri,” pungkasnya.
Kini tersangka ditahan di RTP Mapolres Sibolga. Atas perbuatannya, tersangka diganjar dengan pasal 170 Jounto pasal 351 ayat 1 dan pasal 55 Jounto pasal 351 ayat 1, dari KUHPidana, dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan. (ts)

Share this: