Angkot Lin 02 Seruduk Sepedamotor, PNS Kritis, Kreta Terseret & Terbakar

Share this:
Kondisi dua kendaraan usai warga memadamkan api, Rabu (3/7) di Jalan HT Nurdin, Kota Psp.

SIDIMPUAN- Sariani (53) kritis setelah diseruduk Angkutan Kota Lin 02 BB 1132 HR yang dikemudikan Parluhutan Siregar (28), pada Rabu (3/7) siang di Jalan HT Nurdin, Desa Sigulang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan.

Sepedamotor jenis Honda Scoopy berwarna hitam putih dan bernomor plat BB 4219 HN yang dikendarainya, juga hangus terbakar, setelah terseret puluhan meter oleh Angkot jurusan Terminal Pijorkoling-Pasar, itu.

Kronologisnya, menurut beberapa saksi, korban mengendarai sepedamotor dari arah Batang Angkola, sementara Parluhutan beserta angkotnya datang dari arah yang sama dengan kecepatan yang cukup tinggi. Dari belakang, ia menyeruduk korban yang melaju pelan.

Korban pun terpental. Supir yang merupakan warga Kampung Sipirok, Kelurahan Wek V, Kecamatan Psp Selatan ini, saat kejadian diduga berupaya melarikan diri dan malah menyeret sepedamotor tersebut hingga mengeluarkan kobaran api.

Warga yang melihat kejadian itu langsung berusaha menghentikan laju angkot tersebut dan menghakimi sang supir hingga babak belur. “Katanya udah ditabrak, diseret lagi jauh, gak berperasaan,” kata suami korban, Partomuan (53) yang ditemui di ruang IGD RSUD Kota Padangsidimpuan.

Korban yang berprofesi sebagai PNS itu mengalami luka robek di dahi sebelah kiri dan sebagian wajah. Kemudian luka lecet di kaki dan tulang pinggul yang bergeser. Sementara saat berita ini ditulis, korban masih kritis dan tak sadarkan diri, tampak masih dibantu dengan oksigen.
“Tadinya mau ngambil tiket, anak mau berangkat tes sekolah di Medan. Kreta hangus semua, terbakar. Ada tas bawaannya juga hangus, ini pun ada karena di jari-jarinya,” kata Partomuan sembari menunjukkan dua buah cincin.

Kanit Laka Lantas Polres Kota Psp, Iptu Suhairi menegaskan, bila supir beserta kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan. Katanya, saat kecelakaan, korban terpental. “Terseret dan terbakar, kalau korban nggak, kereta aja yang terseret,” terangnya menunjukkan perkiraan jarak awal hingga angkot berhenti.

Dalam Tiga Bulan, Sudah Tiga Kali Kecelakaan
Dari informasi yang dihimpun Metro Tabagsel, Rabu (3/7) ini. Dalam kurun waktu tiga bulan ini, Angkutan Kota yang sama dengan supir yang sama, telah berulang mengalami kecelakaan dengan menabrak sepedamotor. Salahsatu korbannya, tewas.

Angkutan Kota itu Lin 02 berplat BB 1132 HR dan supirnya Parluhutan Siregar (28) warga Kampung Sipirok, Kelurahan Wek V, Kecamatan Psp Selatan, Kota Psp.
Merunut dari laporan kami sebelumnya, Angkot dan supir yang sama pada Sabtu (2/3) malam atau tiga bulan lalu, juga menabrak sepedamotor yang dikendarai sepasang suami istri di Jalan SM Raja Kota, Kelurahan Sitamiang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan. Salahsatu korban, tewas kala itu.

Sang suami, Reinaldi yang diketahui berprofesi sebagai PNS Pemprovsu dan bertugas di Padangsidimpuan malam itu sedang membawa isterinya Pelita Boru Karo Sekali berkeliling Kota Padangsidimpuan dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra berplat merah BK 6778 K.
Keduanya melintas di Jalan SM Raja menuju arah Sitamiang. Tiba-tiba saja, saat melintas dan melewati Supermarket Alfamidi, dari arah belakang datang satu unit mobil angkutan kota (Angkot) BB 1132 HC bernomor trayek 02 yang dikendarai Parluhutan Siregar, langsung menabrak mereka.

Brakkk… Kecelakaan tak terhindarkan. Warga menyemut dan berusaha memberikan pertolongan. Sepeda motor yang dikendarai keduanya terpental beberapa meter, Pelita yang berada diboncengan suaminya pun ikut tercampak dan akhirnya meninggal di tempat dengan luka-luka cukup parah. Sedangkan Reinaldi hanya mengalami luka ringan dan masih mendapat perawatan di rumah sakit.
“Korban diketahui sebagai suami isteri warga Medan yang beralamat di Jalan Pembangunan Medan Selayang. Korban meninggal dunia adalah isterinya dan suaminya mengalami luka ringan dan masih dirawat,” ungkap Kasat Lantas Polres Padangsidimpuan AKP Eridal kepada wartawan, Minggu (3/3), esok harinya setelah peristiwa.

Kecelakaan berikutnya, ini kami dapat dari rekan korban yang juga berprofesi sebagai supir Angkot 02. Itu terjadi sekira satu bulan lalu, di Jalan HT Nurdin, depan kampus IAIN Padangsidimpuan. Korbannya merupakan aparat dan mengendarai sepedamotor.

Namun rekan korban yang tak ingin namanya ditulis dalam laporan ini, tak menyebut secara detail alamat korban dan kondisi korban saat itu. Hanya saja katanya, korban cukup parah. “Sudah tiga kali, yang sebulan lalu itu tentara. Kayaknya dia itu bisa seperti kesurupan, ada yang menompanginya,” kata sumber itu. (san)

Share this: