Ancam Warga Pakai Pisau, saat Dipergoki Curi Kreta

Share this:
Pencuri

ADA -ada saja pria berinisial RS (39) ini. Sudah dipergoki mencuri sepedamotor, ia bukannya kabur, malah mengancam warga yang memergokinya mencuri tersebut menggunakan pisau. Namun pelariannya tak lama setelah polisi meringkusnya beberapa hari lalu.

Adalah Rina Paulina Asturi (39), warga Jalan Aso-Aso, Kelurahan Pancuran Kerambil, Sibolga Sambas, yang menjadi korban pencurian sepedamotor tersebut. Saat itu Honda Supra X 125 BB 2021 NI miliknya diparkir di depan rumah. Namun kreta itu hilang tak berbekas setelah dibawa kabur RS. Aksi itu pun sempat dilihat oleh seorang wanita tetangga korban. Namun karena diancam pakai pisau, oknum tetangga itu berlari masuk ke rumah karena ketakutan.
Menurut keterangan korban kepada pihak kepolisian, peristiwa pencurian itu berlangsung sekira pukul 20.00 WIB. Saat itu dia sedang berada dalam rumah, tiba-tiba mendengar suara seperti sepedamotor yang bergeser. Curiga dengan suara tersebut, dia lantas bergegas keluar rumah. Korban sontak kaget saat melihat Honda Supra X 125 BB 2021 NI miliknya sudah tidak ada lagi di depan rumah.

“Langsung ke depan rumah, dilihatnya sudah gak ada lagi kretanya. Sebelumnya diparkir di depan rumah,” kata Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, Rabu (12/6).
Kemudian, korban bertanya kepada tetangganya tentang keberadaan kreta miliknya. “Kata tetangganya, kereta itu dibawa orang, kami diancam menggunakan pisau. Sehingga kami takut dan masuk ke dalam rumah,” jelas Sormin menirukan perkataan tetangga korban.

Korban selanjutnya membuat laporan ke Polsek Sibolga Sambas. Dan beberapa hari kemudian, setelah pihak Polsek melakukan pendalaman, dari hasil informasi dan data yang berhasil dikumpulkan, akhirnya diketahui keberadaan pelaku. “Diterima info bahwa pelaku berada di Kampung Batak Kelurahan Aek Parombunan, Sibolga Selatan,” ungkapnya.

Setelah itu, petugas langsung mendatangi alamat keberadaan pelaku dan berhasil menangkapnya. Serta menyita barang bukti yang sudah dipreteli RS.
Kepada petugas, tersangka yang diketahui merupakan warga Jalan Cornel Simanjuntak, Kelurahan Huta Tonga-tonga, Sibolga Utara, tersebut mengakui perbuatannya. Sekilas, dia menjelaskan kronologis kejadian, bermula saat dia melintas dari jalan Aso-asi dan melihat dua kreta terparkir di depan rumah korban. “Pelaku mendekati kreta, dengan menggunakan gunting yang sudah dibawa, dia merusak kunci kontak. Sehingga kreta dapat dihidupkan. Pelaku membawanya ke Kampung Batak,” terang Sormin.

Terkait pengancaman tetangga korban, pelaku juga membenarkannya. “Ada tetangga katanya yang melihat, sehingga dia mengancam dengan pisau,” pungkasnya.

Dari data kepolisian, pelaku sebelumnya pernah menjalani hukuman dalam kasus yang sama pada tahun 2016. Dihukum selama 2 tahun 6 bulan di Lapas Tukka.

Kini, tersangka dititipkan ke Lapas Tukka. Kepadanya dikenakan pasal 363 ayat 1 ke 3e dan 5e dari KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.(ts)

Share this: