Anak Perempuan Hanyut Terseret Arus di Batangtoru

Share this:
Tim Basarnas dan BPBD Tapsel sedang melakukan penyisiran bersama warga di aliran Sungai Batangtoru.

TAPSEL- Nur Juita, anak perempuan berusia sepuluh tahun hanyut di di Sungai Batangtoru, Kabupaten Tapsel, pada Sabtu (8/6) lalu. Dan, hingga Minggu (9/6) pukul 14.00 WIB, belum ditemukan.

Menurut Kepala Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, H Sulhan Sihombing menyebut, anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Slamet Riadi dan Ratna Dewi tersebut, bermain sambil mandi di pinggir sungai di sekitar Desa Bandar Tarutung, bersama teman-teman seusianya.
Saat itu, suasana begitu ramai. Sebab, lokasi yang biasa disebut ‘pantai pasir’ itu merupakan tempat rekreasi khusus Lebaran bagi masyarakat setempat.

“Menjelang sore salah seorang anak diduga terseret arus air. Warga berupaya melakukan pencarian, hingga menjelang malam, namun belum ditemukan,” terang Kades melalui selulernya.

Dijelaskan, korban dan orangtuanya merupakan warga Kabupaten Batubara, dan baru tiba di Bandar Tarutung sehari sebelum kejadian, untuk berlebaran di rumah neneknya. “Mereka baru tiba di sini pada Lebaran kedua,” katanya.
Disampaikan, sejak pagi pada Minggu (9/6) warga Bandar Tarutung dan sekitarnya sudah menyisir aliran Sungai Batangtoru untuk memastikan keberadaan korban. Namun, masih belum menuai hasil.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel dan Tim Basarnas juga akan ikut melakukan pencarian hari ini. Mudah-mudahan membuahkan hasil. Kasihan keluarganya,” sebut Kades.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Tapsel Ilham Suhardi didampingi Kabid Logistik Hotmatua Rambe.

Menurutnya, kondisi air saat kejadian biasa-biasa saja. Tidak ada hujan atau air sungai meluap. Hanya saja, kemungkinan korban tak kuat melawan arus air sehingga terseret. “Kita akan berupaya mencari dengan segala kemampuan yang dimiliki,” ungkapnya.

Sementara itu Slame Riadi, orangtua Nur Juita, pada Metro Tabagsel menyebutkan, pihak keluarga sangat berharap anaknya bisa segera ditemukan.

Pria yang mengaku warga Desa Tanjung Prapat, Kabupaten Batubara ini menyebut, kehadiran mereka ke Bandar Tarutung adalah untuk berlebaran, menjalin silaturahmi dengan mertua dan sanak saudara lainnya. Namun, naas anak keduanya justru hanyut terbawa arus saat bermain air di Sungai Batangtoru, yang merpakan lokasi rekreasi lokal.
“Mudah-mudahan ditemukan,” ucapnya. (ran)

Share this: