Menu

Sri Wahyuni Si Penulis Puisi

  • Linkedin
Sri Wahyuni

Namanya Sri Wahyuni tercatat sebagai mahasiswi Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Padangsidimpuan. Ia merupakan alumni SDN 200119 Jalan Sutan Muhammad Arif (sihoring koring), MTs YPKS dan MAN 1 Padangsidimpuan.

Sejak SD, Sri termasuk siswi berprestasi dan selalu dalam lingkaran tiga besar. Sama halnya MTs juga pernah menjadi Juara Umum sampai tingkat selanjutnya tetap melakukan yang terbaik supaya orang tuanya bangga. Bahkan saat memasuki bangku kuliah sikap kritisnya terhadap suatu hal sangat dominan membuatnya eksis dalam ruang lingkup kampus.

Bagi Sri kuliah bukanlah menjadi siapa yang lebih pintar tetapi siapa yang lebih cerdas. Ia juga memilih bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) KPI 2014, Pusat Kajian Studi Lingkungan Hidup (PKSLH) dan ikut serta dalam kegiatan yang mengasah soft skill.

Sosok perempuan yang anggun ini pernah menjadi perwakilan perlombaan di bidang Fisika tahun 2012, pemain terbaik volly tahun 2014 dan menjadi perwakilan pertandingan dari kontingen Padangsidimpuan, menjuarai setiap turnamen basket di antaranya, Juara 1 SMK cup tahun 2012, Juara 1 turnamen UMTS tahun 2011, Juara 3 tree on tree tahun 2012.

Setiap insan diberikan kelebihan dan potensi yang berbeda dari sang Pencipta. Sri diberikan anugerah sangat pandai dalam merangkai kata-kata, baik berbentuk puisi maupun pantun hal ini benar-benar radikalis romantis. Puisi yang membawanya terbang tinggi dalam karya-karyanya dan tercipta beragam warna.

“Saya pernah Juara 2 lomba cipta puisi berdasarkan terjemahan Alquran di tahun 2012, dipercayakan menjadi salah satu dewan juri pada perlombaan membaca puisi dalam rangka memperingati Hari Ibu di IAIN Padangsidimpuan tahun 2015, menulis beberapa tulisan di surat kabar dan blog tahun 2017. Gebrakan baru selanjutnya, Insya Allah telah menulis puisi satu buku yang akan diterbitkan nanti,” ucap Sri, perempuan kelahiran 16 Juni 1995 ini.

Menariknya, Sri bisa mengarang sebuah puisi dalam durasi singkat. Misalnya diminta untuk menulis tentang suatu hal pasti dapat ditulis dengan hasil yang puitis. Sungguh, kemahiran setiap individu memang berbeda-beda yang penting bermanfaat bagi banyak orang. “Sebenarnya untuk menulis sebuah puisi tidak ada cara khusus. Namun jika kita menyenangi suatu pekerjaan dari hati maka hasilnya akan baik pula. Satu-satu caranya terus berlatih, tidak pernah merasa bosan dan tidak sombong jika dianggap yang terbaik bagi orang lain,” kata Sri anak kelima pasangan Purwanto dan Ifon Karolina.

“Teruntuk anak Tabagsel dan yang berjiwa muda tetaplah rendah hati dari apa yang telah diraih dan jangan pernah menyembunyikan ilmu yang sudah didapatkan namun berbagilah agar bahagia menyertaimu,” pesannya.

Terakhir, Sri menyampaikan ungkapan terima kasihnya. “Dengan Cinta, Terima kasih ayah dan ibu yang sedalam-dalamnya telah memberikan support dan doa serta pengorbanan yang tak pernah usai, guru olahraga terbaik Bapak Sarliyanto (MTs) dan Sakti Kapur (MAN), ibu Dr Juni Wati Sri Rizki pembimbing terbaik yang mengajarkan kesabaran dan membuka pemikiran saya tentang banyak hal. (bsl)

  • Linkedin
Loading...