Menu

Dede Pebriandi Sihotang Sukarelawan PMI

  • Linkedin
Dede Pebriandi Sihotang

MetroTabagsel.com, SIDIMPUAN – Nama Dede Pebriandi Sihotang tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan (UNIMED). Ia dulu menyelesaikan pendidikan di SD 200117(26) Sadabuan, SMP N 1 Batang Toru Tapsel, dan SMKN 2 Padangsidimpuan.

“Perlu upaya yang keras untuk memberikan yang terbaik sehingga PMI benar-benar dapat dipahami secara benar oleh relawannya maupun masyarakat,” ucap Dede saat diwawancarai Harian Metro Tabagsel, belum lama ini.

Sewaktu sekolah saya ikut lomba seni di antaranya nasyid yang mendukung kreativitas siswa. Di samping itu juga bergabung dengan Remaja Mushollah SMK (forsitek pemula) dan Pencak Silat Tapak Suci.

Anak dari Asrul Malik dan Titi Sumarni ini sejak sekolah dikenal aktif dalam kegiatan pencak silat, menurutnya kegiatan tersebut muncul semangat berjuang, berbuat kebaikan untuk menghasilkan kebaikan juga nantinya.

“Setelah memasuki bangku kuliah, Dede masih menimbang dan memilih kegiatan apa yang akan menunjang keberhasilannya selama kuliah sampai studi selesai. Korps Suka Rela Palang Merah Indoensia (KSR PMI) UNIMED adalah pilihan untuk dapat memberikan kontribusi serta berproses demi menggapai apa yang ia inginkan untuk menemukan jati diri yang sesungguhnya,” ujar Laki-laki kelahiran Padangsidimpuan,12 Februari 1997 ini.

Korps Sukarela (KSR) adalah kesatuan unit Palang Merah Indonesia yang bergulat di bidang kesukarelawanan. Di Unimed, korps sukarela ini bernama KSR PMI Unimed. Ketika ingin bergabung menjadi anggota KSR harus melewati pendidikan dasar yang diselenggarakan KSR PMI Unimed.

Setelah mengikuti pelatihan tingkat dasar KSR, akan menjalani latihan tingkat lanjutan dan spesialisasi yang diselenggarakan oleh PMI Kota Medan untuk menjadi anggota KSR PMI Perguruan Tinggi. Salah satu pelatihan spesialiasasi yang diberikan kepada KSR adalah penanggulangan bencana serta pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat. Kegiatan UKM ini bermacam-macam, dari mulai donor darah sukarela, pertolongan pertama dan evakuasi pada kecelakaan bencana atau konflik, pendidikan remaja, hingga layanan konseling untuk mencegah HIV/AIDS.

“Saya pernah Juara 3 Porwisu wilayah 4 cabor pencak silat tahun 2014, Perdelapan penyisihan Kejurda Pilgubsu 2017 dan Alhamdulillah dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) mendapat peringkat 1 antar Fakultas,” ucap Dede anak kedua dari tujuh bersaudara ini.

Membantu orang lain ada tersirat kebahagiaan tersendiri. Kegiatan PMI itu suka rela, menambah wawasan juga mendapatkan ilmu yang banyak serta network semakin luas untuk berdiskusi. “Secara kasat mata PMI merupakan wadah untuk mengemban beban kemanusiaan karena dengan bergabung PMI kita dapat mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh sekitar dan mengambil peran untuk kemaslahatan,” ujar Dede yang punya motto buat hidupmu senyaman mungkin, agar orang lain juga nyaman bersama hidupmu.

“Terima kasih kepada kedua orang tua yang turut mendoakan serta mendukung kreativitas saya selama ini, pengorbanan yang tak kunjung usai, dan semoga segalanya dibalas yang Maha Pemberi Rezeki. Selanjutnya, Saudara kandung dan kerabat yang tiada habis memberikan semangat untuk sebuah perjuangan ini, sahabat-sahabat yang bergabung di pencak silat tapak suci. Tim yang selalu solid KSR PMI UNIMED semoga tetap optimis dalam menggapai apa yang diinginkan, guru-guru selama sekolah, para Bapak Ibu dosen yang selalu menjadi inspirasi bagi mahasiswanya,” tuturnya.

“Buat anak Tabagsel, jadilah pemuda yang kritis untuk membangun Tabagsel yang harmonis. Mahasiswa di manapun berada, tetaplah menjadi insan akademis yang berjiwa besar serta peduli terhadap sesama,” pesan Dede. (bsl)

  • Linkedin
Loading...