Menu

Ahmad Rifay, Belajar dari Pengalaman

  • Linkedin

Metrotabagsel.com, SIDIMPUAN-  Namanya Ahmad Rifay. Dari kecil, dia sudah suka dengan radio. Menurutnya, ada banyak rasa penasaran pendengar mewakili suara-suara penyiar yang sama sekali hanya berjumpa via suara saja. Mereka menciptakan lewat sapaan serta melakukan segmentasi sehingga adanya kedekatan antara penyiar dan pendengar.

Sejarah radio merupakan sejarah teknologi yang menghasilkan peralatan radio yang menggunakan gelombang radio. Awalnya sinyal pada siaran radio ditransmisikan melalui gelombang data yang kontiniu baik melalui modulasi amplitudo (AM), maupun modulasi frekuensi (FM).

“Dari bangku SMP tahun 2005 sudah suka dengan dunia penyiaran, dari dulu memang ingin mengambil jurusan komunikasi tetapi belum berpihak ke sana namun sekarang sudah langsung terjun kedunia penyiaran tanpa teori hanya belajar dari pengalaman,” kata Ahmad Rifay saat diwawancarai Harian Metro Tabagsel beberapa waktu lalu.
Ahmad Rifay akrab disapa Ikhsan Faiz ketika on air, kecintaannya terhadap dunia siaran sudah lama yang terus dipupuk menjadikan setiap langkah Ahmad Rifay bersemangat dalam mencapai tujuan yang sebenarnya.

“Tentang radio itu merupakan sesuatu yang istimewa, awalnya ingin mengasah bakat seberapa besar kemampuan saya dibidang ertertainment terkhusus dalam penyiaran dan itu dimulai sejak tahun 2011. Namun sebelumnya dari tahun 2011-2013 saya sudah pernah bergabung dengan 2 stasiun radio di Kota Salak ini alias bumi dalihan natolu,”ujar Rifay kelahiran 12 Februari 1993 ini.

“Pertama siaran, tidak menyangka selama ini hanya sebagai pendengar dan akhirnya posisi jadi penyiar itu melekat pada diri saya. Sangat gugup, gemetar pertama kali siaran apalagi dengan ruangan on air di studio full ac semakin menjadi-jadi getaran suaranya namun seiring bergulirnya waktu semakin terbiasa dan akhirnya sangat nyaman bisa saling berbagi dan menghibur pendengar.

“Banyak tantangan yang mesti ditaklukkan dan dicapai sasaran mana yang akan diselesaikan dengan baik. Alhamdulillah sekarang sudah menjadi Manager di Salah satu Radio Komersial di KIIS FM Kota Padangsidimpuan,” kata Rifay anak ketujuh dari sembilan bersudara Pasangan Zaman dan Tini ini.

Ahmad Rifay lulusan dari Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) Jurusan Pendidikan Kimia dan sebelumnya bersekolah di MAN 1 Psp, YPKS, dan SDN 200118 Sadabuan. Selama kuliah pernah bergabung dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) selain belajar banyak hal, berbagi tetapi juga sekaligus mengasah soft skill.

“Ikut organisasi seru banget, karena mengikuti organisasi bukan sekedar mencari pengalaman tetapi menemukan keluarga baru dalam masa pendidikan dan Saya juga aktif di Paduan Suara UMTS ketika ada acara Formal, Semi Formal dan kegiatan terkait dengan diperlukannya Paduan suara seperti Milad, Peresmian, Ultah berbagai Organisasi Daerah dan Acara Wisuda,” ujar Rifay yang punya hobi traveling ini.

 

“Penyiar suka traveling? Ya, soalnya di luar banyak inspirasi nantinya bakal dishare ke teman-teman. Siaran soal hati dan kenyamanan, jadi perlu konsentrasi yang maksimal tapi santai,”cerita Rifay pernah ke air terjun Bandar Johor baru Malaysia.

“Semangat itu yang perlu, masih dalam cerita Rifay. Saat menjadi manajer memang banyak kendala mulai dari cerdas dalam membaca situasi dan kondisi. Dalam hal ini manajer di sini dalam artian manajer produksi yang memproduksi iklan radio. Alhamdulillah sekarang sudah terbiasa bahkan dari beberapa client banyak yang tidak sabaran agar iklannya disiarkan dan banyak yang bertanya-tanya kapan akan launching tetapi berbicara tentang profesional kita tetap terbiasa membuat klien nyaman dan memberikan informasi karena semuanya harus didesain dengan kreatif dan client merasa senang dengan karya-karya tim kami,” ungkapnya.

Perjuangan Ahmad Rifay dalam melukis mimpi-mimpinya tidak luput dari orang-orang yang ia sayangi termasuk kedua orang tua yang selalu menjadi penyemangat dan bait-bait doa tulus yang dikirimkan untuknya, dan sahabat-sahabat yang selalu merangkul Arifin Nasution, Apriano Susonda, Joni Heri, Aswar.

“Hallo guys di mana pun berada! Kalian harus tau radio itu penting sekali, karena radio adalah sumber informasi yang aktual dengan mendengar kita sudah terinspirasi dan mendapatkan ilmu pengetahuan serta wawasan luas. Selagi muda, teruslah berkarya dan jangan takut tidak mampu dan tidak bisa karena pengalaman telah membuktikan karena kesungguhan. Masa muda kesempatan besar untuk mencari jati diri kita. Bakat kita tidak harus sama dengan orang lain karena bakat setiap insan ada yang berbeda namun beberapa ada yang sama. Tapi ingat setiap insan memiliki bakat masing-masing,” pungkas Rifay. (bsl/mtab)

  • Linkedin
Loading...