Ibu dan Balita Tewas Usai Rayakan Ultah: Ditabrak Truk di Jalan Sibolga-Barus

Bagikan:
DIMAKAMKAN - Jenazah Melda dan anaknya Aditya diberangkatkan menuju Pekuburan Umum Ujung Sibolga, Jumat (22/2). Ibu dan anak ini sebelumnya meninggal dunia setelah kecelakaan lalulintas yang mereka alami. (Toga Sianturi)

MetroTabagsel.com – Melda Mayasari Nasution (28) dan anak semata wayangnya Aditya Efendi (2) tewas dengan kondisi mengenaskan setelah sebuah truk menabrak keduanya, Kamis (21/2) sekira pukul 18.00 WIB. Peristiwa terjadi di Jalan Sibolga-Barus Km 6, Desa Tapian Nauli, Tapteng.

Menurut informasi, Melda yang merupakan warga Jalan Cendrawasih atau yang biasa disebut Jalan Selamat Gang Setangkai, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, itu menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit FL Tobing Sibolga dengan kondisi tulang punggung dan kaki patah. Sebelumnya, korban sempat mendapat perawatan, setelah akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Sementara anaknya, tewas di tempat kejadian dengan kondisi kepala terpisah dari badannya.

Sebelum dibawa ke rumah duka, pihak rumah sakit terlebih dahulu menyatukan kepala dan badan bocah tersebut. Yang paling menyedihkan, peristiwa itu terjadi di hari ulang tahun ke-2 Aditya.

Dari keterangan warga sekitar lokasi kejadian, peristiwa bermula saat kedua korban naik sepedamotor dibonceng oleh temannya. Mereka datang dari arah Barus menuju Sibolga. Tiba di tikungan daerah Panakkalan, mereka berhenti di sebuah warung. Rencananya, Melda hendak membuatkan susu Aditya. “Mau buat susu anaknya, mereka berhenti di warung. Mereka datang dari arah Barus mau pulang ke Sibolga,” kata seorang pria yang tak ingin namanya disebutkan.

Saat Melda sibuk buat susu, Aditya lepas dari pengawasannya dan lari ke arah jalan. Tiba-tiba, sebuah truk muncul. Melihat anaknya sudah berada di tengah jalan, buru-buru Melda mengejar, bermaksud hendak menyelamatkannya. Namun naas, keduanya malah tertabrak. “Waktu mau membuat susu itu, anaknya lari ke jalan. Datang mamaknya (Melda) dikejarnya. Pas mau ditariknya anaknya itu, datang truk langsung menabrak mereka. Akupun bingung, apanya truk itulah yang kena, sampai kepala anak itu putus,” ketusnya.

Menurutnya, mereka baru pulang dari Poriaha, merayakan ulang tahun Aditya yang ke-2 tahun. “Dari Poriaha katanya merayakan ulang tahun anak-anak itu. Kebetulan, berulang tahun dia,” ungkapnya.

Keterangan berbeda muncul di tengah-tengah masyarakat sekitar rumah duka. Menurut ceritanya, Melda dan anaknya sedang naik sepedamotor dibonceng seseorang, melaju dari arah Barus menuju Sibolga. Saat itu Melda sedang memangku Aditya dengan posisi terbaring, kaki ke arah kiri dan kepala ke kanan. Tiba-tiba, sepedamotor melaju terlalu ke tengah. Saat itulah muncul sebuah truk yang belum diketahui identitasnya langsung menyambar kepala Adiya hingga putus. “Digendongnya anaknya. Kreta ini terlalu ketengah, datang truk ditabrak kepalanya, putus,” katanya.

Sementara menurut Dedek, tetangga korban, saat itu Melda dan Aditya bersama temannya, naik sepedamotor berangkat ke Barus.

Bertepatan dengan hari ulang tahun Aditya. “Baru pulang dari Barus mereka, dua kreta. Korban dibonceng kawannya. Memang pas ulang tahun anaknya. Gak tahu apakah mereka mau merayakan ulang tahun anaknya atau nggak. Yang pasti dari Barus-lah orang itu,” ungkap Dedek.

Saat kejadian, Buyung, suami korban sedang melaut. Setelah menerima kabar kepergian istri dan anaknya, rencananya Buyung akan segera pulang. “Suaminya lagi di laut. Malam ini katanya pulang,” pungkasnya.

Terkait teman-teman korban saat kejadian, Dedek mengaku kalau mereka sedang diperiksa pihak kepolisian. “Gak tahu, katanya masih diperiksa polisi orang itu,” pungkasnya.

Sementara Kasat Lantas Polres Tapteng AKP Sopian melalui Kanit Laka Iptu Taya membenarkan adanya kecelakaan yang menyebabkan ibu dan anak tewas tersebut. Namun menurutnya, peristiwa terjadi saat sepedamotor yang ditumpangi kedua korban menyalip truk, bukan karena Aditya lari ke jalan ketika ibunya membuat susu maupun dibonceng dengan posisi badan tertidur.

“Jadi kedua korban ini dibonceng naik sepedmotor oleh pengendara bernama Juliana Munthe (34). Saat di lokasi kejadian, pengendara hendak menyalip truk yang searah dengannya,” kata Taya.

Saat menyalip itu, tiba-tiba satu unit mobil melaju kencang dari arah berlawanan. “Menurut keterangan ada mobil sejenis angkot melaju dari arah berlawanan. Karena gugup, pengendara sepedamotor ngerem mendadak dan akhirnya terjatuh. Saat itulah si anak ini kena ban belakang truk dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan ibunya meninggal di rumah sakit setelah mengalami luka berat.”
Lanjut Taya, pengendara sepedamotor bernama Juliana hanya mendapat luka lecet. Sementara barang bukti sepedamotor dan satu unit truk sudah diamankan. (ts/hez)

Bagikan: