Jadwal Rekrutmen P3K Molor

Bagikan:
Ilustrasi

MetroTabagsel.com – Panselnas masih menggodok Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPANRB) untuk mengatur rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) hingga Senin (11/2) kemarin. Jadwal penerimaan pun dipastikan molor.

Website sistem seleksi calon aparatur sipil negara (SSCASN) sendiri dinyatakan dibuka dan sudah dapat diakses sejak Jumat (8/2) lalu. Kemudian, pendaftaran dijadwalkan mulai 10-16 Februari 2019.

“Kita berharap pendaftaran bisa segera dilaksanakan dan berlangsung dengan baik,” ujar Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik KemenPANRB Mudzakir saat dikonfirmasi JawaPos.com (Grup Koran Ini), Selasa (12/2).

Kendati demikian, dia menegaskan, pendaftaran baru bisa dilakukan setelah penerbitan peraturan yang dikonsolidasikan dengan jajaran Panselnas tersebut. “Pendaftaran bisa dilakukan setelah permenpan keluar,” katanya.

Meski belum dimulai, saat ini instansi sudah dapat mengecek data eks tenaga honorer kategori II (THK2) di wilayah masing-masing.
Adapun rekrutmen P3K pada tahap I meliputi THL Penyuluh, Dosen PTN Baru, serta eks Tenaga Honorer Kategori II (eks THK-II) untuk jabatan Guru (termasuk Guru Kemenag), Tenaga Kesehatan, Penyuluh Pertanian dari yang ada dalam database BKN 2013.

Mereka juga harus memenuhi persyaratan Peraturan Perundang-Undangan, salah satunya, usia pelamar P3K maksimal satu tahun sebelum batas usia pensiun pada jabatan yang akan dilamar.

Selain itu, terdapat beberapa persyaratan pada rekrutmen P3K tahap I, yakni: Jabatan Guru di lingkungan Pemerintah Daerah mempunyai kualifikasi pendidikan minimal S-1 dan masih aktif mengajar sampai saat ini (dapat dicek di http://info.gtk.kemdikbud.go. id). Tenaga Kesehatan mempunyai kualifikasi pendidikan minimal D-III bidang Kesehatan dan mempunyai STR yang masih berlaku (bukan STR internship), kecuali untuk Epidemiolog, Entomolog, Administrator Kesehatan, dan Pranata Laboratorium Kesehatan mempunyai kualifikasi pendidikan D-III/S-1 Kimia/Biologi.

Selanjutnya Penyuluh Pertanian mempunyai kualifikasi pendidikan minimal SMK bidang Pertanian atau SLTA plus sertifikasi di bidang pertanian. (jp)

Bagikan: