Besok, Seminar Nasional HIPMI Bahas Penegerian UGN Psp

Bagikan:
Ketua BPC Hipmi Padangsidimpuan M Iqbal Harahap

SIDIMPUAN – Guna mendukung percepatan UGN (Universitas Graha Nusantara) Padangsidimpuan berstatus negeri, Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Padangsidimpuan menggelar seminar nasional bertajuk ‘ Penegerian UGNP, Dalam Membangun Milineal yang Berkarakter Entrepreneurship’.

Kegiatan yang akan dilaksanakan pada Kamis (14/2) nanti, direncanakan dihadiri Ketua Hipmi Pusat Bahlil Lahadalia dan Bobby Nasution sebagai narasumber, dan artis Chaca Frederica sebagai Moderator di Aula Kampus III UGNP, Sihitang, Kota Padangsidimpuan.

Ketua BPC Hipmi Padangsidimpuan M Iqbal Harahap menyampaikan, berdasarkan banyaknya permintaan dan dukungan terkait status penegerian UGNP, pihaknya perlu ikut bersumbangsih guna mewujudkan harapan yang sudah lebih dari sepuluh tahun dinanti banyak masyarakat.

“Penegerian UGNP perlu segera direalisasikan dan HIPMI hadir untuk mendukung serta mewujudkannya,” ungkap Iqbal.

Bersama pengurus HIPMI Padangsidimpuan, Iqbal akan merangkul semua elemen masyarakat khususnya kaum milineal dalam membangun karakter entrepreneurship.

Entrepreneurship, terang Iqbal, sangat penting di era milineal saat ini. Gunanya, untuk membangun jiwa kewirausahaan yang bertujuan untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar.

“Dan kegiatan yang akan kita lakukan nanti, berkaitan tentang penegerian UGNP dalam membangun milineal yang berkarakter entrepreneurship. Insya Allah akan dihadiri Ketua BPP Hipmi Bahlil Lahadalia dan Bobby Nasution sebagai Narasumber, juga artis Chaca Frederica sebagai Moderator,” terangnya dan kegiatan akan dilaksanakan pada Kamis (14/2) di Aula Kampus III UGNP, Sihitang, Kota Padangsidimpuan.

Iqbal mengajak kepada anak muda, kaum milineal yang ada di wilayah Tabagsel dan khususnya Kota Padangsidimpuan agar turut menghadiri kegiatan ini.

“Seminar ini free (gratis) dan bagi yang ingin hadir kita minta minta untuk mendaftar lebih dulu. Dan setiap peserta yang hadir akan kita siapkan sertifikat serta fasilitas lainnya,” tukasnya dan menyebut laman http.//semnas.ugn.ac.id untuk registrasi onlen peserta.

Sebelumnya, mayoritas mahasiswa di Universitas Graha Nusantara (UGN) Padangsidimpuan mendukung penuh proses penegerian kampus yang telah ditunggu-tunggu selama sepuluh tahun.

Informasi dihimpun, proses penegerian UGN ini masih menunggu persetujuan dari Presiden RI Joko Widodo. Dukungan penegerian UGN ini mendapat dukungan bukan hanya dari mahasiswa, tetapi masyarakat Padangsidimpuan, bahkan se Tabagsel cukup mendambakannya, karena UGN termasuk kampus terbuka dan diperuntukkan untuk umum.

Tidak hanya dosen, mahasiswa juga ikut andil sebagai bentuk dukungan. Misalnya, mahasiswa wajib menilai karakteristik kampus dan kehidupan kampus mulai dari dosen, tata cara belajar dan mengajar, juga kelayakan kampus yang sesuai standar. Dukungan dari mahasiswa menunjukkan antusias penegrian UGNP.

“Kalau UGN sukses dinegerikan, maka UGN akan menjadi ikon Kota Padangsidimpuan sebagai Kota Pendidikan. Dan akan memberikan banyak perubahan di Padangsidimpuan”, ujar Sekjen BEM UGN, Raja Fadel Lubis waktu itu. Meskipun UGN belum dinaungi oleh Pemerintah Kota ataupun Pemerintah Kabupaten, kata Fadel, jumlah mahasiswa di kampus ini sudah berkisar 1000 orang, dan tiap tahunnya mengalami peningkatan. Selain itu, kampus yang berpegang pada Yayasan Dharma Bakti Pendidikan Indonesia ini menerapkan bahwa dosen tidak diperkenankan untuk mengajar yang tidak sesuai dengan gelarnya atau biasa disebut “dosen terbang”, hal ini dimaksudkan guna menciptakan keprofesionalan dosen.

“UGN telah memiliki 5 fakultas seperti Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol), Pertanian, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Teknik, dan Ekonomi. Namun seiring proses penegrian universitas, UGN merencanakan penambahan fakultas yakni Fakultas Hukum dan Fakultas Seni Budaya. Kedua fakultas ini dimaksudkan untuk mengembangkan seni budaya Tapanuli Selatan di area kampus,” ungkapnya.

Sejauh ini, UGN telah mencapai tahap kelengkapan berkas dan telah direkomendasikan, hanya saja masih menunggu keputusan dari Presiden Joko Widodo.

Kata Fadel, bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan sangat mendukung penegerian kampus ini, buktinya telah dilakukan pembangungan gedung di Sipirok daerah Simago-mago, yang akan menjadi pusat dari penyatuan kampus UGN. Mengingat saat ini kampus UGN ada di beberapa lokasi. Namun, mahasiswa berharap gedung UGN tetap berada di Padangsidimpuan, sebab kalau di kampusnya berada di Sipirok akan mempersulit mahasiswa dan berdampak pada akses belajar mengajar.

“Apabila pusat UGN di lokasikan di Sipirok, ditakutkan akan mempersulit mahasiswa karena jarak universitas kampus yang jauh. Jadi, keputusan lokasi masih menunggu Bupati bersama tim penegerian yang sedang berjuang di Jakarta, berjuang menunggu tanda tangan dan persetujuan Pak Jokowi,” harapnya. (yza/wan)

Bagikan: