Tapsel Tak Endemik DBD

Bagikan:
Ilustrasi

TAPSEL – Wilayah Kabupaten Tapsel yang memiliki 15 Kecamatan, hampir keseluruhan tidak endemik dengan kasus DBD. Kendati pun, pada tahun 2018 lalu ditemukan adanya kasus. Setelah ditelusuri, hal itu merupakan kasus mobile. Artinya, kasus yang dibawa oleh penderita dari daerah lain saat berkunjung atau saat belajar di daerah lain.

“Lantas, terntunya, tak tertutup kemungkinan kasus yang dibawa dari daerah lainpun bisa menjangkiti warga sekitar. Tentunya melalui nyamuk,” ungkap Kepapa Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Tapsel H Marasaud Harahap melalui Kabid PMK dr Sri Khairunnisa, Senin (11/2).

Karena itu, Pemkab Tapsel melalui Dinas Kesehatan beserta seluruh jajarannya. Baik yang ada di Puskesmas dan Puskemas Pembantu (Pustu), tetap memantau kondisi ditengah masyarakat, terutama dalam suasana cuaca yang tak menentu saat ini.

“Dalam mengantisipasi DBD ini kita sedang menerapkan pola,dirumah itu ada juru pemantau jentik (jumentik). Tugasnya secara rutin memeriksa tempat yang disukai nyamuk seperti tempat penampungan air dan wadah bekas seperti kaleng dan lainnya,” terangnya.

Diungkapkan, jentik betina akan berubah menjadi nyamuk dewasa dalam waktu 12 hingga 14 hari. Dan, nyamuk betina dewasa sekali bertelur menghasilkan 100 hingga 150 butir. “Karena itu, masyarakat melalui jumantik di setiap rumah, harus siaga dalam menjaga rumah dan lingkungan, agar tidak ada nyamuk bersarang,” ajaknya. (ran)

Bagikan: