Desa Tertua di Pinangsori Belum Dialiri Listrik, Sudah 100 Tahun Warga Gelap-gelapan

Bagikan:
DAMBAKAN LISTRIK- Warga Desa Togabasir, Kecamatan Pinangsori, Tapanuli Tengah menunjukkan poster yang bertuliskan permohonan kepada Presiden Joko Widodo untuk membantu mereka mendapatkan aliran listrik. (DZULFADLI TAMBUNAN)

TAPTENG – Desa Togabasir merupakan desa tertua di Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Namun hingga saat ini masyarakat desa itu belum bisa merasakan arus listrik dari PLN. Warga pun berharap listrik dapat segera memasuki desa mereka yang selama ini diliputi kegelapan.

Salah seorang warga, Bontor Sudin kepada wartawan mengungkapkan harapannya agar Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani mau mendengar keluhan dan menanggapi aspirasi warga Desa Togabasir. “Sudah seratus tahun kami hidup dalam kegelapan. Dari segi umur, Desa Togabasir yang merupakan desa tertua di Kecamatan Pinangsori ini, harusnya sudah terang benderang di malam hari. Namun hingga saat ini listrik belum juga mengaliri desa kami,” keluh Bontor, Sabtu (9/2) lalu.

Dia berharap, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten bisa memfasilitasi keinginan warga. “Sehingga pihak PLN tidak lagi beralasan bahwa jaringan listrik terkendala akibat jalan rusak. Karena jalan yang menghubungkan Kelurahan Pinangbaru dengan Desa Togabasir sepanjang 8 km telah dirabat beton,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan J Sitohang, tokoh masyarakat setempat. Ia mengatakan, sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 lalu hingga kini, Desa Togabasir seolah-olah terkucilkan dari perhatian pemerintah. “Jangan jadikan masyarakat hanya sebagai korban janji-janji para pemangku kepentingan,” ketusnya.

Dia mengaku miris sekaligus kasihan dengan masyarakat yang selama ini hanya mendapatkan janji-janji, termasuk janji dari pihak PLN yang telah mkelakukan survei berkali kali. “Kemarin sudah dijanjikan bulan November akan masuk tiang listrik. Tapi apa, sampai hari ini hanya mimpi-mimpi yang tak pernah terwujud. Kami berharap pemerintah bisa memenuhi permintaan kami ini,” tandasnya.

140 Desa di Sumut Belum Teraliri Listrik

Seperti dikutip dari berbagai sumber, dari 6.100 desa di Provinsi Sumatera Utara, tercatat ada sekitar 140 desa lagi yang belum teraliri listrik. Ditargetkan hingga akhir 2019, seluruh desa di Sumut sudah terakhiri listrik.

“Di awal tahun 2018 kemarin itu, ada 250 desa yang belum teraliri, namun saat ini tinggal sekitar 140 desa lagi yang belum. Artinya rasio elektrifikasi sudah mencapai 97 persen,” kata General Manager PLN Wilayah Sumut Febi Joko Priharto beberapa waktu lalu.

Berkaitan dengan target seluruh desa teraliri listrik itu, kata Febi Joko Priharto, anggaran listrik desa pada tahun 2019 naik dari tahun anggaran 2018. Namun sayang Febi Joko Priharto tidak menyebutkan berapa besaran anggarannya.

Febi Joko tidak menampik bahwa ada kesulitan ataupun kendala dalam mengaliri listrik di desa, antara lain karena keterbatasan anggaran listrik desa untuk menarik sambungan ke desa yang berjarak di atas 5 km dari titik penyambungan.

“Kendala berikutnya adalah masih juga banyak warga yang kurang mampu untuk membayarkan biaya penyambungan, biaya instalasi dan biaya sertifikasi (SLO). Berdasarkan data TN2PK, ada 750.000 warga kategori kurang mampu di Sumut,” kata Febi Joko.

Kesiapan mengaliri listrik ke seluruh desa di Sumut, menurut Febi Joko Priharto, adalah karena ketersediaan daya yang cukup di Sumut. Menurutnya saat ini tidak ada lagi istilah kurang daya, semuaya sudah cukup.

“Lalu misalnya mengapa masih saja ada terjadi pemadaman, adalah karena masalah situasional, misalnya karena pemeliharaan pembangkit dan juga karena masalah cuaca yang ekstrim,” sebutnya. (ztm/rb/mbd/int)

Bagikan: