Jaga Demokrasi Jujur dan Netral Harapan di Hari Pers Nasional

Bagikan:
Hari Pers Nasional

MetroTabagsel.com – Pers Indonesia adalah salah satu pilar demokrasi yang sangat berperan dalam perjalanan sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa.

Demikian diungkapkan Walikota Sibolga Drs HM Syarfi Hutauruk kepada NEW TAPANULI, Jumat (8/2) jelang Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada hari ini. Menurutnya, Pers Indonesia harus bisa menjaga nasionalisme, serta menjadikan sarana untuk menanamkan pemahaman dan informasi yang kredibel dan bertanggung jawab. “Para insan pers juga harus mampu menjaga kualitas dan keakuratan berita yang disajikan, karena rakyat sudah semakin cerdas, maka para awak media juga dapat meningkatkan kualitasnya,” kata Syarfi.

Tak hanya walikota, Edi Polo Sitanggang yang juga Wakil Walikota Sibolga juga mengucapkan selamat Hari Pers Nasional kepada para jurnalis. Dia mengatakan, para wartawan hendaknya menjadikan Hari Pers ini sebagai pemicu rancangan hidup saat menjadi wartawan dan sebagai alat lecut untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi lagi. “Tidak sedikit dari mereka yang berprofesi wartawan kemudian dalam perjalanan hidupnya menjadi orang-orang penting negara ini,” kata Edi Polo.

Sementara Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani berharap media, khususnya media massa, berperan dalam mencerdaskan bangsa dan bisa membawa persatuan dan bisa membawa kebaikan kemajuan bagi negeri kita tercinta. “Saya berharap media massa bisa betul-betul memenuhi harapan masyarakat dan menjadi media dengan rasa nasionalisme tinggi. Selamat Hari Pers Nasional!” ucapnya penuh semangat.

Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul juga mengucapkan selamat Hari Pers Nasional. “Pers membuka jendela dunia dari tertutup jadi terbuka, gelap berubah terang, selamat bagi para pemegang cahaya berita. Semoga tetap komit menjaga demokrasi, jujur, imparsial dan netral.”

Sedangkan Bupati Taput Nikson Nababan mengungkapkan harapannya agar teman-teman pers menjadi mitra pemerintah dalam membangun masyarakat. “Dan kita harapkan juga pers semakin profesional dan selalu mengedepankan pemberitaan dengan cek and balancing untuk menghindari hoaks dan fitnah.”

Sebelumnya Hari Pers Nasional (HPN) 2019 dirayakan di Surabaya, Jawa Timur. Kali ini tema HPN adalah soal digitalisasi, fenomena yang sedang menguat di Indonesia.

“Pers menguatkan kerakyatan berbasis digital,” kata Direktur Komunikasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang juga Humas HPN 2019, Yusuf Susilo Hartono, dalam keterangan pers, Senin (4/2) lalu.

Penyelenggaraan HPN tahun ini dimotori oleh PWI sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Organisasi pers yang lain turut digandeng, yakni Dewan Pers, Serikat Perusahaan Pers (SPS), Serikat Grafika Pers (SGP), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia ( PRSSNI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

“Bahwa dari tahun ke tahun peringatan HPN,PWI menjadi motor penggerak, itu memang sudah banyak diketahui orang dan para pihak,” kataYusuf.

Kota Surabaya menjadi lokasi HPN 2019 karena Surabaya adalah kota terbesar nomor dua di Indonesia setelah Jakarta. Kegiatan-kegiatan di Surabaya juga meluas hingga ke wilayah sekitarnya, seperti Bangkalan, Jombang, hingga Jember.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo menjelaskan perihal idealisme wartawan. Menurutnya, pers Indonesia perlu menjaga negara kebangsaan Indonesia. Namun pers juga perlu independen.

“Platform media mungkin akan mengalami perubahan, tapi jurnalisme akan terus abadi. Tugas para wartawan dan media yang ada saat ini adalah merawat kebangsaan kita, termasuk dengan menyampaikan kritik dan pandangan-pandangan pers yang independen,” tandas Yosep. (rb/dc/int)

Bagikan: