Administrasi Tak Tertib, Puskesmas Hanopan Belum Terima Akreditasi

Bagikan:
Ilustrasi

TAPSEL – Dari 10 Puskesmas di Kabupaten Tapsel, yang mengikuti survei akreditasi tahun 2018 lalu, hanya Puskesmas Hanopan yang gagal atau belum menerima sertifikat akreditasi. Hal ini diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Tapsel H Marasaud, Kamis (7/2).

“Jujur saya sangat kecewa, sangat kesal juga. Di luar perkiraan memang jika Puskesmas Hanopan gagak terakreditasi dari 10 Puskemas di Tapsel yang ikut di survey pada akhir 2018 lalu,” terang Marasaud.

Dikatakan, dari 16 Puskesmas yang ada di Tapsel tahun 2017, tiga diantaranya yaitu Puskesmas Batangtoru, Pintu Padang dan Dano Marsabut, telah lebih dulu mendapat sertifikat akreditasi dengan kategori madya.

Dan, pada tahun 2018 sudah bertambah 9 lagi, yaitu Puskesmas Pargarutan, Hutaraja, Sangkunur, Simarpinggan, Batu Horpak, Sayur Matinggi, Marancar, Simangambat dan Sipagimbar dengan kategori dasar.

“Sedang 4 lagi lagi belum terakreditasi. yakni Puskesmas Sitinjak, Huraba, Biru dan Hanopan. Dan kita targetkan 2019 mendapatkan akreditas,” sebutnya.

Diungkapkan, Puskesmas yang merupakan fasilitas umum dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat dasar harus dipacu baik kualitas maupun kinerjanya. Karena, sebagai aset potensial bangsa yang produktif dan berkualitas, masyarakat yang sehat itu penting.

“Kita akan terus berupaya membenahi fasilitas secara mendasar. Diantaranya memacu agar seluruh Puskesmas terakreditasi demi meningkatnya pelayanan kesehatan, sebagai modal dasar mewujudkan masyarakat yang sehat,” ungkapnya.

Diungkapkannya, memang ada empat kategori tingkatan akreditasi pada Puskesmas yakni, dasar, madya, utama dan paripurna. Dan kedepan, diharapkan, seluruh Puskesmas Tapsel bisa sampai tingkat paripurna. (ran)

Bagikan: