Mengapa UGN Tidak Jadi Negeri Tahun 2014? Berikut Tanggapan Panitia

Bagikan:
Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

SIDIMPUAN – Sekitar tahun 2014 lalu peralihan status Universitas Graha Nusantara (UGN) dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menjadi Perguruan Tinggi Negeri menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Hal itu dikarenakan tidak masuknya nama UGN dalam Peraturan Presiden (Perpres) terkait peralihan status PTS menjadi PTN. Saat itu, ada 7 PTS yang berhasil menjadi PTN yang ditandatangani Presiden SBY (Tahun 2014).

Masa itu yang berhasil menjadi PTN adalah Universitas Teuku Umar (Aceh Barat), Universitas Tidar Magelang, Universitas Siliwangi (Tasikmalaya), Universitas 19 November, Politeknik Negeri Subang, Politeknik Negeri Ketapang dan Politeknik Tanah Laut.

Pengumuman ini yang membuat masyarakat semakin pesimis terhadap penegerian Universitas Graha Nusantara.

Untuk menjawab kerisauan tersebut, Harian Metro Tabagsel mendapat kesempatan untuk wawancara langsung dengan panitia lokal penegerian UGN.

Baca: Proses Penegerian Universitas Graha Nusantara: Ini Perkembangannya…

“Kenapa kita (UGN) tidak masuk. Saat itu visitasi kedua kita baru selesai di tahun 2014. Artinya, persyaratan untuk menjadi Negeri saat itu masih ada yang berkas kita yang kurang lengkap,” sebut Ketua Penegerian UGN Tingkat Lokal Drs H Syahtoat Pohan yang disampaikan oleh Sekretaris Roy Efendi Subarja ST, ketika diwawancarai Harian Metro Tabagsel, beberapa waktu lalu.

Roy sapaan akrabnya, memaparkan secara detail mengenai proses penegerian yang telah dilewati panitia dari tahun 2009 hingga 2018 (Berita Edisi 30 tahun XI, Kamis 7 Februari 2019). Menurutnya, pada tahun 2014 peralihan UGN menjadi PTN belum tepat akibat berkas yang ada baru siap pada tahun tersebut.

“Berkas yang kita maksud di sini ialah lahan yang akan dijadikan atau dipersiapkan. Nah, baru tahun itu selesai sertifikat tanah yang diberikan Pemkab Tapsel (Hibah Pemkab Tapsel, red),” tuturnya.

Setelah melewati proses visitasi pertama (pemberkasan, red) dan visitasi kedua (persiapan lahan, red), panitia hanya tinggal satu langkah lagi untuk mempersiapkan ini penegerian UGN.

“Secara administrasi berkas kita semua sudah siap, sudah diterima pihak kementerian. Kita tinggal menyiapkan beberapa hal yang menjadi bagian pendukung penegerian khususnya dukungan dari seluruh daerah yang ada di Tabagsel,” pungkasnya.

Dijelaskan Roy, panitia bersama seluruh pihak terkait punya mimpi yang sama dengan seluruh komponen masyarakat, yaitu mendambakan UGN menjadi Perguruan Tinggi Negeri di wilayah Tabagsel.

“Sekarang kan sudah jelas alasannya kenapa tahun 2014 lalu kita tidak menjadi PTN. Oleh sebab itu, kita sangat mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh komponen masyarakat agar proses Penegerian ini segera terwujud,. Kita punya keinginan yang sama, mimpi yang sama, adanya PTN di wilayah kita ini,” pungkasnya. (bsl)

Bagikan: