Memilih Caleg DPR RI dari Wilayah Tabagsel Seleksi, yang Ingkar Jangan Pilih Lagi

Bagikan:
Pengamat Sosial Kota Padangsidimpuan Baun Aritonang.

SIDIMPUAN – Banyaknya Caleg DPR RI yang maju dari Dapil 2 Sumut, khususnya meliputi wilayah Tabagsel (Padangsidimpuan, Tapsel, Palas, Paluta dan Madina) diyakini masih banyak membuat tanda tanya bagi masyarakat untuk menentukan pilihannya.

Tidak hanya sebatas hubungan kekerabatan, kepentingan partai dan lainnya, namun yang lebih penting bagaimana Caleg yang akan dipilih memiliki komitmen dan integritas yang kuat untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat dan daerah pemilihannya.

Pengamat Sosial Kota Padangsidimpuan Baun Aritonang mengatakan, dari beberapa Caleg Incumbent DPR RI yang berasal dari Dapil 2 Sumut khususnya Tabagsel, hingga saat ini belum ada menunjukkan hasil yang signifikan bagi kesejahteraan dan membawa perubahan yang baik bagi masyarakat.

Hal itu sangat disayangkan, apalagi peran Caleg tersebut berhubungan langsung dengan pemerintah pusat dan sangat diharapkan hasilnya ke daerah Kabupaten/Kota yang menjadi Dapilnya.

“Kita sebagai masyarakat Tabagsel harus bisa memilih wakil-wakil rakyat kita untuk duduk di DPR RI nanti dengan baik, bijak dan benar. Tujuannya, agar para Caleg juga sadar, dasar utama kita memilih mereka untuk mewakilkan kita agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat banyak yang ada di Tabagsel ini,” ungkapnya

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diyakini dan diterapkan masyarakat agar dapat menghasilkan Caleg yang berkualitas.

“Tidak hanya sosok dan rekam jejaknya saja, tapi lebih dari itu yang bisa total memikirkan daerah dan terbukti membawa hasil yang baik bagi masyarakat kita,” jelasnya.

Melihat kondisi yang ada saat ini, terangnya, sudah pantas masyarakat untuk menakar potensi apa yang akan diberikan dari masing-masing Caleg tersebut. Pertama, potensi Partai Politik yang digunakan Caleg harus sangat berpengaruh kuat.

Apalagi urainya,sesuai dengan undang-pemilu Nomor 7 Tahun 2017 ketentuan ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold) adalah sedikitnya empat persen dari perolehan suara sah secara nasional.

“Dan yang paling berpeluang dan berpotensi untuk duduk adalah Caleg yang memiliki partai yang besar dan sudah lama dikenal masyarakat,” jelasnya.

Kesalahannya, menurut Baun, jika ada Caleg yang maju dari ‘Partai Baru’, meskipun berhasil mendapat suara yang banyak dari Tabagsel ini, sangat disayangkan jika suara tersebut tidak mampu untuk meloloskan partainya.

“Dan ini sangat penting untuk melihat sosok Caleg lewat partai yang diusungnya. Karena akibatnya bisa merugikan kita masyarakat. Meskipun Caleg tersebut memperoleh suara banyak, namun secara nasional tidak meloloskan partainya. Dan Caleg pun otomatis tak duduk, maka hasilnya juga akan sia-sia,” ujarnya.

Ia mencontohkan, dari 10 kursi jatah Caleg DPR RI yang bisa diduduki dari Dapil Sumut 2 nanti, masyarakat harus bisa memetakan sedikitnya lima caleg. Dari lima tersebut, berasal dari lintas partai yang mumpuni dari wilayah Tabagsel.

“Lalu tugas media dan lapisan masyarakat untuk mensosialisasikannya. Dan kita dorong masyarakat untuk dapat memilih masing-masing dari Lima Caleg tersebut. Artinya agar suara tidak terpecah, dan perwakilan kita di DPR RI pusat dipastikan bakal ada,” urainya dan mengulas potensi dari masing-masing lima Caleg tersebut.

Kedua, terangnya, lihat potensi Caleg yang akan dipilih, apakah memiliki potensi mendapat suara besar. Dan hal itu dapat dinilai dari beberapa hal, seperti popularitasnya, elektabilitas dan lain-lain.

“Dan yang paling penting lihat apa investasi sosial yang telah dilakukannya dan sudah dirasakan baik oleh banyak masyarakat,” tegasnya.

Dan ketiga adalah komitmen, masyarakat bisa melihat dan menilai dari rekam jejak sang Caleg. Hal itu bisa menjadi patokan untuk memilih Caleg yang benar-benar baik dan bisa menjadi suri tauladan bagi banyak masyarakat.

“Masyarakat bisa membuat komitmen dengan kontrak politik yang ketat. Bila akhirnya setelah terpilih, namun tidak ada realisasinya sanksi apa yang akan diberikan masyarakat. Apalagi, kalau Caleg itu akan maju kembali, namun tidak hasil yang terlihat selama ia menjabat. Maka hukumannya yang pantas jangan kita pilih lagi,” pungkasnya. (yza)

Bagikan: