Keluarga Sihar Sitorus Sudah Banyak Berbuat untuk Masyarakat Nias

Bagikan:
Sihar Sitorus memberikan Pendidikan politik dan Bimtek di Kepulauan Nias.

NIAS – Pendidikan politik dan bimbingan teknis yang digelar Calon Legislatif DPR RI dari PDI Perjuangan Sihar P H Sitorus untuk tim pemenangannya di Kepulauan Nias terus berlanjut.

Pendidikan politik di Kepulauan Nias dimulai sejak 4 Februari lalu di Gunung Sitoli, 5 Februari di Nias Barat, 6 Februari di Nias Utara dan terakhir di Nias Selatan 7 Februari.

Dalam setiap pendidikan politik dan bimbingan teknis, perwakilan KPU dan Bawaslu turut hadir, seperti Ketua KPU Nias Barat Famataro Zai yang menyampaikan materi tentang Pemilu, serta Anggota Bawaslu Nias Barat Hiskiel Daeli SSos yang menyampaikan materi tentang undang-undang Pemilu.

Tokoh-tokoh yang ada di Kepulauan Nias juga turut hadir seperti Ketua DPC PDI Perjuangan Nias Barat, Evolut Zebua, Pdt S D Gulo STh yang merupakan Ephorus OKNP.

Dalam acara yang berlangsung di Nias Barat, Dewan Pertimbangan Cabang PDI Perjuangan (Dapercab) Nias Barat Faduhusi Daeli SPd, yang juga Bupati Nias Barat memberikan testimoni soal karya nyata keluarga Sihar Sitorus di Nias.

Faduhusi Daeli mengajak para peserta agar tidak ragu dan bimbang dalam memilih Sihar P H Sitorus sebagai Calon Legislatif DPR-RI dan Jokowi-Amin sebagai Presidennya.

Ia juga menceritakan betapa banyaknya jasa keluarga Sihar di Kepulauan Nias ini, termasuk dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga di Kepulauan Nias.

“Ada ribuan warga Nias yang bekerja di unit usaha milik Bapak DL Sitorus yang merupakan ayah Pak Sihar. Banyak bantuan bantuan langsung yang diberikan kepada kita masyarakat Nias ini,” ujar Faduhusi.

Ia juga memberi penguatan kepada seluruh peserta Bimtek agar jangan mudah diintervensi dan takut diintimidasi saat memperjuangkan Sihar maupun Jokowi-Amin.

“Kalau ada intimidasi lapor saya, saya bupati di sini,” tegasnya.

Sihar yang sedang menghadiri acara peresmian makam ayahnya di Desa Silaen, Parsambilan, Tobasa turut memberi semangat kepada pesertanya Bimtek. “Bersama kita perangi Hoaks dan politik identitas,” ujar Sihar.

Sihar Sitorus saat menghadiri pertemuan dengan tokoh-tokohNias menyampaikan soal permasalan mendasar yang menghambat Nias bisa berkembang, seperti kesehatan, pendidikan dan pendapatan.

Sihar mengutarakan bahwa potensi Nias cukup melimpah dari berbagai aspek seperti potensi pertanian, dimana Nias adalah penghasil buah pisang yang bagus.

“Kita tahu pisang itu dapat tumbuh di mana saja, hari ini kita bisa kirim pisang ke luar kota karena di sana belum tumbuh, tapi esok lusa bisa saja pisang sudah tumbuh di sana. Kita harus antisipasi itu dengan sekreatif mungkin, mengolah pisang agar menjadi minimal barang setengah jadi yang dapat jadi ciri khas Nias,” ujar Sihar.

Ia juga menyinggung potensi alam Nias yang begitu luar biasa, hal ini harusnya mampu membawa kemajuan bagi pulau ini.

“Mungkin ini PR besar bagi pemerintah untuk menemukan potensi-potensi Nias yang dapat mensejahterakan masyarakatnya. Nias punya pantai-pantai indah yang mungkin tidak dimiliki daerah-daerah lain, yang tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi Nias,” ujar Sihar.

Selanjutnya dalam sesi pertanyaan, Sihar disuguhi pertanyaan oleh salah satu hadirin mengenai kehadiran dirinya di Nias jika terpilih nantinya.

“Bagaimana pertanggungjawaban bapak jika terpilih nantinya kepada Nias, apakah bapak akan datang 5 tahun sekali seperti caleg pada umumnya, yang hanya datang saat akan minta dipilih?” tanya peserta.

Sihar menjawab pertanyaan tersebut dengan dua fakta bahwa dirinya tidak mungkin hanya datang 5 tahun sekali ke Nias. Ada dua alasan mengapa saya tidak mungkin hanya 5 tahun sekali ke Nias.

“Pertama, orang tua saya sudah diberi marga Telaumbanua disaksikan ribuan masyarakat Nias yang artinya sudah tugas sayalah untuk turut mengemban marga tersebut karena Nias sudah menjadi bagian dari diri saya,” ujarnya.

Kedua, di unit usaha saya, banyak sekali memperkerjakan saudara-saudara dari Nias, maka secara langsung mereka juga akan menarik saya kembali ke sini,” tambah Sihar. (rel)

Bagikan: