Pemandian Umum Rusak Diterjang Banjir

Bagikan:
Pemandian umum air panas Parausorat, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, rusak setelah diterjang hujan deras. (Amran Pohan/Metro Tabagsel)

TAPSEL – Guyuran hujan deras mengakibatkan banjir dan merusak pemandian umum air panas di Kelurahan Parausorat, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel.

Kerugian akibat bencana tersebut ditaksir antara mencapai Rp70 juta. Dan hingga saat ini, fasilitas umum yang dibangun pada masa kolonial Belanda itu, belum dapat digunakan.

“Berdasarkan laporan Kepala Lingkungan dan Lurah Parausorat, dibutuhkan biaya memperbaiki kerusakan yang terjadi sekitar 50 hingga 70 juta rupiah,” sebut Camat Sipirok Sardin Hasibuan, melalui seluler, kemarin.

Sementara itu, Kepala Lingkungan I Parausorat, Irfan Juanaedi Siregar, hujan deras yang mengguyur wilayah itu, telah mengakibatkan kerusakan pemandian umum air panas.

Menurutnya, pemandian tersebut memang sering mengalami kejadian serupa saat hujan deras mengguyur. Hal itu disebabkan, saluran air atau paret yang ada, tidak mampu lagi menampung air sisa hujan, karena adanya pendangkalan dan longsor.

“Tanggul yang dibangun beberapa waktu lalu juga jebol. Dinding pemandian juga jebol. Demikian juga dengan WC umum. Bahkan 2 kolam untuk mandi dan 1 kolam untuk wudhu, masih tertimbun material tanah dan belum bisa digunakan,” terangnya.

Namun, kata Irfan, atas arah Camat dan Lurah tokoh masyarakat di Kelurahan Parausorat telah memusyawarahkan penanganan kerusakan yang terjadi. Sehingga, fasilitas tersebut dapat digunakan sebagaimana mestinya.

“Hasil musyawarah tadi malam, disepakati gotong royong untuk membersihkan agar bisa digunakan secara darurat. Untuk penanganan lanjutan, juga telah dibuatkan laporan dan permohonan untuk mendapat bantuan, pembangunan dari beberapa fasilitas yang rusak,” terangnya Selasa (5/2).

Amatan Metro Tabagsel, tanggul beton dari saluran air jebol mengakibatkan air terus mengalir menuju lokasi pemandian. Panjang tanggul yang jebol sekitar 10 meter dengan tinggi 1,5 meter.

Selain itu, dinding pemandian dari seng maupun dari beton, juga rusak dengan panjang sekitar 10 meter. Selain itu, 2 kolam untuk mandi dan 1 kolam untuk berwudhu tertutup puluhan kubil pasir, batu dan lumpur yang dibawa arus ketika banjir.

Dan, satu unit WC umum dengan ukuran sekitar 3×8 meter, rusak diterjang arus air. Demikian juga dengan longsor di saluran air yang mengancam salah satu rumah warga.

Masyarakat berharap, agar pemerintah turun tangan untuk membantu kerusakan yang ada. Sehingga, pemandian umumair panas itu kembali bisa digunakan seperti sedia kala, khususnya bagi masyarakat disekitar Kelurahan Parausorat dan Desa Sialagundi, serta Sipirok secara umum.

“Memang telah disepakati untuk gotong royong membersihkan lokasi pemandian. Tetapi melihat kerusakannya cukup parah, kami sangat berharap ada campur tangan pemerintah, agar pemendian itu berfungsi kembali,” ungkap Zulkarnaen (45), Suang Kupon (58) dan beberapa warga lainnya.

Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu melalui Kalaksa BPBD Ilham Suardi saat dihubungi awak media ini menyebut, pihaknya akan meninjau lokasi kerusakan pemandian umum tersebut. Dan mengupayakan penanganan sesegera mungkin, agar fasilitas umum itu dapat digunakan kembali. “Kita akan secepatnya meninjau lokasi bencana,” ujarnya. (ran)

Bagikan: