Di Palas, Banyak Perusahaan Perkebunan Tak Miliki IUP

Bagikan:
Ilustrasi

PALAS – Di Kabupaten Palas diduga masih banyak terdapat perusahaan perkebunan yang beroperasi tanpa memegang Izin Usaha Perkebunan (IUP) budi daya tanaman. Diperkirakan dari 58 perusahaan perkebunan yang ada di daerah ini, hanya belasan yang sudah kantongi izin. Selebihnya belum.

Informasi yang dihimpun dari Plt Kadis penanaman modal dan Pelayanan Perizinan dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Habibullah Hasibuan menyebutkan sampai saat ini puluhan perusahaan perkebunan yang beroperasi di daerah ini belum sepenuhnya melengkapi izin. Sedang perusahaan perkebunan yang sudah melengkapi izin dan memiliki IUP termasuk tercatat masing-masing PT Sumber Sawit Makmur, PT Sibuah Raya, PT Rispa, PT Sinar Halomoan, UD Seroja, PT ANG, PT MAI, PT Mandiri Sawit Bersama, PT KAS, PTPN IV, PT DNS, PT VAL, dan PT PHS.

“Kalau berdasarkan data yang ada di daerah ini ada sekitar 58 perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah kabupaten Padang Lawas. Dan itu termasuk perusahaan BUMN, swasta nasional, perusahaan perseroan terbatas, juga perusahaan perorangan,” terang Habibullah.

Menyikapi itu, Ketua komisi B DPRD Kabupaten Palas Tongku Solah Hamonangan Daulay menyayangkan sangat minimnya kesadaran investor yang berinvestasi dan berusaha di wilayah kabupaten Palas. Dari 58 perusahaan perkebunan yang ada hanya belasan perusahaan yang sudah melengkapi perizinan.

“Padahal kan itu bertujuan untuk peningkatan pendapatan daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita,” tukas Tongku.

Bahkan menurut politisi PKB ini, dari puluhan perusahaan perkebunan yang belum melengkapi izin itu termasuk perusahaan besar, seperti PT BARAPALA di wilayah kecamatan Barumun Tengah dengan luas lahan berkisar 3.192,40 Hektar. Melihat minimnya perusahaan perkebunan yang jujur di daerah ini, ketua Komisi B ini meminta kepada Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Palas bersama dinas terkait untuk melakukan inventarisir perusahaan perkebunan nakal tersebut. “Karena perusahaan itu diatur, ya harus taat aturan,” pinta Tongku Solah. (tan)

Bagikan: