Warga 3 Desa Demo Tuntut Pembangunan PKS Dibatalkan

Bagikan:
Warga berbondong-bondong membawa spanduk menyatakan sikap menolak PMKS, Rabu (30/1) di Kantor Camat Sinunukan, Madina. (Samman Siahaan/Metro Tabagsel)

MADINA – Warga Desa Air Apa, Banjar Aur dan Muara Pertemuan di Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal, berunjuk rasa ke Kantor Camat setempat, Rabu (30/1) lalu. Mereka menolak pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Palmaris Raya dibangun di antara tiga desa tersebut.

Kelompok massa yang menamakan diri dari Forum Masyarakat Peduli Kesejahteraan Sosial ini menolak pembangunan pabrik minyak kelapa sawit berdiri di antara desa mereka. Terlebih lagi, kata massa yang dikoordinir Hairul Hasibuan dan Ricky Saputra Hasibuan itu, kepala desa diduga dengan sewenang-wenangnya menjual lahan tanpa pesetujuan warga kepada perusahaan tersebut.

Semenjak pagi sekira pukul 10.00 Wib, massa berjumlah kurang lebih 150 orang itu berkumpul di simpang tiga Desa Air Apa. Inti tuntutan mereka, menolak keras pendirian pabrik yang memproduksi minyak Crude Palm Oil (CPO) itu. Yang rencananya akan didirikan dekat dengan aliran sungai Batang Bangko.

Warga tiga desa itu menyampaikan, penolakan berdasar pada kekhawatiran akan pencemaran pada sumber air di sungai Batang Bangko yang juga menjadi sumber kehidupan bagi masyrakat.

“Pendirian PMKS yang akan dibuat oleh PT Palmaris Raya tersebut diperkirakan akan mengganggu masyarakat, mengingat lokasinya sangat dekat dengan pemukiman masyarakat. Limbah padat juga diperkirakan akan menimbulkan bau yang menyengat, sehingga bisa menimbulkan banyaknya binatang seperti lalat yang akhirnya membuat pemukiman tidak nyaman dan sehat,” kata Hairul Hasibuan dan Ricky Saputra dalam orasi mereka.

Dalam keterangan salah seorang massa, As Lubis, kepala desa diduga melakukan penjualan lahan secara sewenang-wenang tanpa pemberitahuan kepada masyarakat untuk perusahaan tersebut. Namun pria berbadan tambun ini, baru sekedar berani menyampaikannya dalam bentuk dugaan.

Sementara dalam pamflet dan poster, barisan masyarakat juga menegaskan, siap berdarah-darah dalam memperjuangkan hak mereka, yakni hidup sehat dan nyaman.

Setelah beberapa waktu Massa melakukan orasi, selanjutnya mereka diterima oleh Camat Sinunukan Ridho Lubis kemudian meminta beberapa orang perwakilan dari massa agar melakukan mediasi di ruangan kantor camat dalam mencari solusi permasalahan yang mereka tuntut.

Adapun tanggapan dan hasil dari mediasi dengan beberapa orang perwakilan massa, yakni aspirasi masyarakat akan Camat sampaikan ke pihak perusahaan. Sesuai dengan agenda dari pihak perushaan bahwa Tanggal 07 Februari 2019 ini akan dilaksanakan sosialisasi terhadap masyarakat terkait rencana pendirian PMKS.

“Selanjutnya mohon kepada masyarakat agar pada saat kegiatan itu nantinya di sampaikan kepada pihak perusahaan. Terkait untuk pembatalan ataupun penutupan pendirian PMKS ini bukanlah wewenang dari Pihak Kecamatan.” kata camat seperti diulangi perwakilan massa.

Barisan massa berjanji akan akan melakukan rencana aksi unjuk rasa kembali pada tanggal 5 Februari 2019, menunggu dilaksanakannya sosialisasi terhadap masyarakat sekitar.

Unjukrasa hingga mediasi, berlangsung sampai pukul 14.50 Wib. Aksi unjuk rasa berlangsung seluruhnya berjalan dengan aman dan terkendali. (san)

Bagikan: