Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pemula, KPU Sosialisasi di MAN Panyabungan

Bagikan:
Siswa-siswi dalam sosialisasi memilih cerdas pemilih pemula oleh KPU Madina di MAN 1 Madina, Kamis (31/1). (Samman Siahaan/Metro Tabagsel)

MADINA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Mandailing Natal, Kamis (31/1) mensosialisasikan tahapan hingga surat suara kepada calon pemilih pemula di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Mandailing Natal.

Selain di MAN, KPU juga telah melakukan sosialisasi yang sama di sejumlah sekolah, termasuk Pondok Pesantren Musthofawiyah Purba Baru, Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Madina.

Dalam keterangannya di hadapan siswa-siswi MAN Panyabungan itu, Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Muhammad Husein Lubis mengungkapkan bahwa pentingnya, para pemilih khususnya pemilih pemula harus cerdas dalam menentukan pilihannya pada Pemilu mendatang.

Pada Pemilu 2019 ini juga, kata Husein, sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017, Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif akan dilaksanakan secara serentak. Dan nantinya, sebelum memasuki bilik suara, pemilih akan mendapatkan lima kertas suara, terdiri dari Calon Presiden dan Wakil Presiden dengan kertas berwarna abu-abu, Calon DPD-RI berwarna merah, Calon DPR-RI dengan warna Kuning, Calon DPRD Provinsi dengan warna biru dan DPRD Kabupaten/Kota berwarna hijau.

“Dalam pemilihan ini, akan ada sebanyak 575 Orang yang akan diambil mewakili rakyat indonesia di DPR-RI, 100 orang untuk di Sumut dan 40 orang di Madina. Untuk DPD, setiap provinsi akan ada 4 orang sebagai perwakilan kita,” terangnya.

Tempat Pemungutan Surat Suara (TPS), nantinya sudah dibuka mulai pukul 7 pagi sampai 13.00 Wib, pada Rabu (17/4) mendatang. Maka, Husein berharap, pemilih pemula ini bakal cerdas dalam menentukan pilihan, demi demokrasi yang besih dan sehat.

“Ada 20 Partai, 4 partai lokal aceh. Mari kita sebut satu persatu nama partainya,” ajaknya kepada siswa-siswi mengingat nama-nama partai peserta pemilu dari urutan pertama hingga nomor terakhir.

DPT, DPTb dan DPK, Apa Bedanya?

Selanjutnya, Husein dan tim mensosialisasikan Daftar Pemilih Tetap, DP Tambahan, Daftar Pemilih Khusus. Hal ini menjadi penting, apalagi siswa-siswi di sini sudah memasuki akhir sekolah yang nantinya mereka akan meneruskan jenjang pendidikan ke daerah lain di luar daerah pemilihan mereka terdata.

Selain itu, kata Husein, di Pondok Pesantren Purba Baru, para santri banyak yang berasal dari daerah lain, bahkan dengan provinsi berbeda dimana mereka terdata sebagai pemilih.

DPT, merupakan daftar pemilihan tetap di mana pemilih terdata dan akan menerima surat pemberitahuan berupa C6.

Sementara DPT, merupakan daftar pemilih yang akan melaksanakan pemilihan dengan perpindahan dari TPS sebelumnya ia terdata.

“Biasanya ini siswa-siswi yang ke luar daerah, atau warga Medan yang memiliki tugas dinas disini. Itu mereka masih bisa memilih dengan catatan memiliki surat keterangan dalam form A5. Sedangkan DPK, orang yang memikiki hak pilih namun tidak terdaftar di DPT, dengan menyertakan kartu tanda penduduk. Pokok pada intinya, jangan sampai suara kalian tidak kalian gunakan dalam menentukan pilihan,” katanya.

Sosialisasi yang juga diikuti staf dan sejumlah relawan demokrasi ini, Husein menegaskan, pentingnya sosialisasi. Dan KPU, dalam hal ini katanya menargetkan partisipasi masyarakat mencapai 77 Persen.

“Harapannya, anak-anakku sekalian juga bisa menyampaikan pada keluarga, sanak dan teman sebayanya, agar menjadi pemilih yang cerdas dalam menentukan pemimpin 5 tahun ke depan,” pungkasnya. (san)

Bagikan: