Harga Jagung Naik

Bagikan:
Jagung hasil pertanian dari lahan jagung milik petani di Laguboti siap dijual di pasaran. (FREDDY)

MetroTabagsel.com – Petani jagung di Kabupaten Toba Samosir mengaku senang karena harga jual sedang tinggi. Jika biasanya hanya bisa menjual Rp3000 per kilogram, sejak setahun terakhir harga bertahan hingga mencapai Rp4.800 per kilogram.

Eduard Sibuea, salah seorang petani di kawasan Kecamatan Laguboti mengatakan, kenaikan ini pastinya membuat rasa bahagia dengan harapan harga jagung ini bisa bertahan. “Bahkan kalau bisa harapan harga jagung bisa terus membaik lagi. Sehingga kami para petani jagung bisa lebih bergairah lagi menggeluti usaha pertanian menanam jagung,” kata Eduard saat di wawancarai, Senin (28/1).

Dia menjelaskan, menanam jagung sangat diperlukan kesabaran, walaupun perawatan bisa dikatakan mudah, namun pemupukan rutin perlu dilakukan minimal sejak awal menanam. “Tanaman jagung ini juga harus dijaga baik-baik, karena serangan hama bisa saja terjadi. Terlebih saat tanaman jagung mulai akan berbuah, serangan hewan besar lainnya bisa merusak kebun jagung,” jelasnya.

Selain merawat tanaman jagung, lanjutnya, faktor cuaca yang membaik juga mempengaruhi meningkatnya hasil panen jagung petani.

“Hasil panen kali ini sangat memuaskan. Dari 6 rante, hasil panen mencapai 3 ton dan harga untuk jagung pipil kering di pasar mencapai Rp4.800 per kilogramnya,” tutur Eduard seraya mengatakan sebagian lagi lahan miliknya sudah siap panen.

Senada itu, B Simanjuntak petani jagung warga Balige mengatakan, panen jagung miliknya dengan luas tanam satu rante mencapai 500 kg. “Padahal, modal yang dikeluarkan hanya untuk bibit, dan dua kali pemupukan,” tukasnya.

Dengan situasi seperti itu, lanjutnya, petani akan semakin semangat bertanam jagung, yang bahkan lebih untung dari bertanam padi. “Mudah-mudahan cuaca tetap baik dan harga tetap stabil. Jangan seperti tahun-tahun sebelumnya, selain hasil panen anjlok, harga juga hanya kisaran Rp3.000 per kilogram,” tandasnya. (ft/rb)

Bagikan: