Penahanan Kayu Bulat di Lancat, Pihak Koperasi Berpotensi Digugat

Bagikan:
Warga tahan kayu bulat dari lahan koperasi.

TAPSEL – Koperasi yang diduga pemilik kayu bulat hasil dari mengelola lahan perkebunan kopi di Lingkungan Lancat Jae, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), berpotensi digugat. Pasalnya, lahan yang ditebangi, merupakan hak milik marga Batubara, yang tersebar di 4 desa di kecamatan itu.

“Lahan itu milik keluarga Batubara. Mengapa pihak koperasi yang mengelola. Ini akan kami gugat,” ujar Bangun Siregar, kuasa hukum keluarga Datu Bange Batubara, pada Metro Tabagsel, Senin (28/1) melalui telepon selulernya.

Diungkapkan, memang sejak awal, keluarga Batubara telah melakukan larangan terhadap segala bentuk aktivitas di lahan itu. Namun, dengan dalih tanah ulayat, pihak kopreasi tetap melakukan aktivitas.

“Nah, dengan kondisi ini, semua jadi terbongkar, dan patut diduga mereka (koperasi), juga belum mengantongi izin SPK,” tuturnya.

Padahal kata Bangun, Keluarga Batubara memiliki bukti-bukti dokumen yang lengkap terhadap kepemilikan lahan. Namun, tetap saja pihak koperasi diduga tidak mengindahkannya hal tersebut. Dan terus melakukan aksi pengambilan kayu

“Ada bukti berupa dokumen, atas kepemilikan lahan itu, sebagai alas hak keluarga Batubara,” jelas Bangun.

Dijelaskan, masyarakat di lingkungan itu, tidak berhak mengklaim lahan itu milik atau tanah ulayat mereka. Karena secara dokumen, pemilik sahnya adalah Datu Bange Batubara.

“Yang berhak adalah ahli waris dari Datu Bange Batubara,” ungkapnya seraya merincikan, batas-batas tanah ahli waris Datu Bange Batubara tersebut adalah, sebelah Utara dengan Binanga Na Tolu, Timur dengan Aek Batu Mamak, sebelah Barat dengan Adian Bujing dan Selatan dengan Tanah PT Kultindo. (ran)

Bagikan: