Warga Arse Tahan Ribuan Kubik Kayu Bulat

Bagikan:
Warga tahan kayu bulat dari lahan koperasi.

TAPSEL – Warga Lingkungan Lancat Tonga dan Gunung Tinggi, melakukan aksi penahanan ribuan kubit kayu yang diambil dari lahan Koperasi Nauli di Lungkungan Lancat Jae, Kelurahan Lancat, Kecamatan Arse.

Informasi yang diterima, penahanan kayu bulat tersebut, telah berlangsung sekitar seminggu terakhir. Aksi tersebut dilakukan karena pihak koperasi tidak melibatkan masyarakat di lingkungan itu untuk berpartisipasi dalam mengelola lahan yang akan dijadikan kebun kopi. Selain itu, warga di dua lingkungan tidak mendapatkan kompensasi dari pengambilan kayu bulat di lahan itu.

“Karena kami tidak ikut dilibatkan dalam mengelola lahan yang akan dijadikan kebun kopi,”ujar Kepala lingkungan Lancat Tonga, Hendri Siregar kepada wartawan.

Dikatakan, masyarakat di lingkungannya juga layak mendapatkan hak mereka, karena warga sudah banyak berpartisipasi, seperti, membangun jalan menuju areal yang akan dijadikan perkebunan kopi itu. “Sebelum kami mendapatkan hak, kayu itu akan tetap ditahan,”tuturnya.

Diutarakan, para pengurus koperasi diduga sengaja tidak melibatkan masyarakat di Lancat Tonga dan Gunung Tinggi. Padahal, pada 1999, tepatnya sebelum berdirinya Koperasi Nauli, warga di tiga lingkuan itu sudah membentuk Koperasi Primer Aek Baning di Kelurahan Lancat. “Ini juga salah satu bukti bahwa kami berpartisipasi dalam pembukaan lahan itu,”terangnya.

Warga juga mengaku kecewa dengan sikap pengusaha pengelola kayu. Sebab, masyarakat tidak mendapatkan kompensasi dari pengelolahan kayu. “Jangan hanya masyarakat di Lancat Jae saja yang dapat kompensasi, kami juga berhak untuk mendapatkan hak,”tandasnya.

Camat Arse Sahruddin Perwira saat dimintai keterangan melalui selulernya, membenarkan aksi penahanan kayu tersebut. “Kabar yang saya dapat, kayunya ditarik kembali kelahan sambil menunggu mediasi,” ungkapnya. (ran)

Bagikan: