Polres Tapsel Ungkap Kasus Penggelapan Mobil: Diduga Ada Ratusan Unit

Bagikan:
EN, warga Batangtoru, Tapsel yang diduga menggelapkan banyak mobil milik warga saat diamankan di Mapolres Tapsel, Rabu (23/1).

TAPSEL – Berawal dari pengaduan masyarakat, pihak Polres Tapanuli Selatan berhasil mengungkap tindak pidana kasus penggelapan mobil. Tidak tanggung-tanggung, mobil yang digelapkan disinyalir mencapai ratusan unit.

Seperti pengakuan E lewat laporannya ke Mapolres Tapsel, ia ikut menjadi salah satu korban penipuan dan penggelapan yang diduga dilakukan EN, warga Batangtoru. Ceritanya, sekitar Bulan Desember 2018 lalu, ia diberitahukan oleh HT (adek kandungnya) mengenai sosok EN, pelaku yang juga teman adiknya, bisa memasukkan mobil untuk dikontrak di salah satu perusahaan besar di Batangtoru, Tapsel.

Tergiur tawaran tersebut, korban pun langsung membeli satu unit mobil Toyota Rush di Medan. Dan diberikan kepada EN. Setelah berjalan satu bulan, korban meminta uang yang dijanjikan untuk biaya kontrak mobilnya kepada EN.

Sayangnya, EN menghindar dan tidak memberikan uang yang sudah dijanjikan. Mirisnya lagi, mobil yang dikontrakkannya pun tak jelas keberadaannya. Alhasil, E pun melaporkan EN ke Mapolres Tapsel atas tuduhan penipuan dan penggelapan.

Rupanya, tak hanya E saja, hal yang sama juga dialami MAS. Pria ini juga menyerahkan satu unit mobil Toyota Innova miliknya lewat perantara HT dan diberikan kepada EN. MAS mengaku tergiur karena mobilnya bisa dimasukkan untuk dikontrak di perusahaan yang sedang melakukan proyek besar di Marancar, Tapsel. MAS dijanjikan, mobilnya dibayar sebesar Rp12 juta. Uang kontrak dibayar lewat transfer oleh EN, namun setelah itu tidak diketahui lagi keberadaannya.

Informasi yang didapat, EN sempat diamankan di Mapolsek Batangtoru pada 18 Januari kemarin, dan selanjutnya diserahkan ke Mapolres Tapsel.

“Banyak yang jadi korban, dan banyak juga yang terlibat. Informasinya, jumlahnya mencapai ratusan,” ungkap salah seorang warga yang mengaku ikut jadi korban penipuan dan penggelapan yang dilakuan EN.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Alexander Piliang membenarkan adanya laporan itu, dan pihaknya masih mempelajari kasus tersebut.

“Sabar ya, laporannya masih kita pelajari,” ucapnya singkat saat dikonfirmasi Rabu (23/1).

Begitu juga dengan Kasubbag Humas Polres Tapsel Iptu Alfian Sitepu, ia membenarkan pelaku sudah diamankan dan masih dalam penyelidikan. “Masih dalam penyelidikan,” tukasnya. (yza)

Bagikan: