Tolong Bangun Jalan Kami, Pak!

Bagikan:
Anak-anak Dusun Sitandiang, Desa Bulu Mario, Kecamatan Sipirok, tetap ceria meski melintasi jalan berlumpur, sepulang sekolah. (Amran Pohan/Metro Tabagsel)

TAPSEL – Sekitar 34 KK, warga Dusun Sitandiang, Desa Bulumario, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, mendambakan pembangunan jalan. Sebab, walau hanya sekitar 1 km, jalan menuju pemukiman mereka, namun kondisinya sangat sulit dilalui kendaraan.

Apalagi, sebulan terakhir, ada longsor yang mengakibatkan, badan jalan tertutup material batu dan lumpur, sehingga akses yang menghubungkan Sitandiang dengan Bulumario, semakin sulit dilalui.

Beberapa warga pada wartawan menyampaikan, jalan Sitandiang dengan Bulumario, memiliki panjang sekitar 1 km. Merupakan satu satunya akses menuju pemukiman warga. Jika kondisinya, tidak segera ditangani, warga semakin terisolir. Semua kebutuhan harus diangkut dengan tenaga manusia.

“Kami sangat berharap agar jalan ini menjadi perhatian pemerintah. Hanya sekitar 1 km, tapi tak kunjung mendapat sentuhan,” sebut Fahruddin Hutasuhut (55) salah seorang warga.

Dikatakan, longsor yang terjadi di dekat pemukiman, telah menimbun badan jalan. Lumpur dan bebatuan menghalangi badan jalan. Sehingga, semakin sulit masuknya kendaraan. “Anak anak kami paling kasihan, harus buka sepatu, agar tidak basah atau berlumpur,” sebutnya.

Beberapa anak sekolah yang kebetulan melintas, juga sangat senang jika jalan menuju dusun itu dibangun. Sebab, selama ini mereka harus memakai sendal dari rumah dan mengantinya dengan sepatu di sekolah. Demikian juga sebaliknya.

“Sepatu dipakai disekolah agar tak berlumpur,” ucap anak anak itu.

Melihat kondisi tersebut, Pemkab Tapsel melalui dinas terkait, sudah selayaknya memprioritaskan pembangunannya. Apalagi, Dusun Sitandiang, begitu dekat dengan lokasi Mega Proyek pembangunan PLTA Batangtoru oleh PT NSHE. Tentu masyarakat Dusun Sitandiang, perlu diperhatikan dari segi pembangunan jalan, yang panjangnya hanya sekitar 1 km. (ran)

Bagikan: