Kuota SNMPTN Akreditasi A 40, B 25 & C 5 Persen

Bagikan:
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)

TAPSEL – Universitas Sumatera Utara (USU) mensosialisasikan kepada siswa SMA di Tapsel, tentang seleksi masuk ke PTN, Kamis (17/1) lalu di SMAN 1 Sipirok. Di mana, untuk kuota SNMPTN tahun ini, sekolah dengan akreditasi A sebanyak 40 persen, akreditasi B 25 persen dan akreditasi C sebanyak 5 persen.

Kegiatan itu diikuti 40 peserta, terdiri dari Kepala Sekolah dan Operator sekolah, SMA, MA dan SMK se Tapsel.

Selaku tuan rumah, sekaligus mewakili Kepala UPT Sidimpuan, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Kepala SMAN 1 Sipirok Ardi Hasibuan menyampaikan, terima kasih kepada USU yang datang ke Tapsel, memberikan sosialisasi tentang seleksi masuk PTN. “Semoga siswa Tapsel semakin banyak diterima di PTN di Sumatera Utara atau di daerah lain,” ungkapnya.

Diharapkannya, lembaga tes masuk perguruan tinggi (LTMPT) juga memberikan kemudahan bagi siswa yang terbaik diterima di PTN melalui SNMPTN.

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Akhirul Pane juga menyampaikan, kegiatan tersebut atas undangan Kepala UPT.

Pada kesempatan itu, ketua tim, Edi Susanto menyampaikan, ada perubahan penyeleksian mahasiswa baru saat ini. Dimana, memang telah ada lembaga yang menangani secara khusus, yaitu lembaga tes masuk perguruan tinggi.

Dikatakan, dari tahun sebelumnya kuota yang diterima, tentunya ada berkurang dan ada juga yang bertambah, dari jalur SNMPTN.

“Akreditasi A berkurang dari 50 % menjadi 40 %, dan untuk Akreditasi B 25% dan untuk akreditasi C 5 %. Sedangkan untuk seleksi masuk dari jalur lain seperti SBMPTN melalui UTBK terdiri dari tes potensi skolastik dan tes potensi akademik,” terangnya.

Dan, peserta yang dinyatakan diterima melalui jalur SNMPTN tidak diterima mendaftar melalui SBMPTN.

“Sistem akan menolak pendaftarannya. Maka tolong disampaikan kepada siswa agar mempertimbangkannya dan untuk tahun ini pesertanya bisa atau diperbolehkan mengikuti tes maksimum dua kali dan bisa memilih hari testingnya Sabtu atau Minggu,” paparnya seraya menyebut, siswa yang kurang mampu bisa memperoleh beasiswa pemerintah dan swasta. (ran)

Bagikan: