Bulog Target Serap Beras Petani 702 Ton

Bagikan:
Walikota Sibolga HM Syarfi Hutauruk dan unsur Forkopimda Sibolga saat meninjau stok beras beberapa waktu lalu. Sementara Kansilog Bulog Sibolga ditarget untuk dapat menyerap sebanyak 702 ton beras petani lokal.

MetroTabagsel.com – Tahun ini, Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Bulog Sibolga ditargetkan dapat menyerap sebanyak 702 ton beras petani lokal. Hal itu guna memenuhi dan membantu tercapainya target pusat yakni Perum Bulog dalam penyerapan beras petani lokal.

Kepala Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Bulog Sibolga Budiono mengatakan, Perum Bulog pada awal tahun 2019 memiliki target untuk dapat menyerap sebanyak 1,4 juta ton beras petani. “Maka kita pun mendapat intruksi melalui Bulog Sumut untuk turut melakukan penyerapan beras dari petani. Breakdown nya tanggal 15 Januari kemarin dikirim dari pusat melalui Bulog Sumut. Kita sendiri ditarget sebanyak kita 702 ton,” ujar Budiono kepada wartawan, Kamis (17/1) di ruangan kerjanya.

Disinggung dengan pencapaian target serapan beras petani sesuai dengan yang ditargetkan itu, Budiono mengaku bahwa pihaknya tidak dapat berbuat banyak namun akan tetap berusaha memenuhinya. “Kalo kita nggak bisa berbuat banyak, tapi kita berusahalah,” katanya.

Hal itu, sambung Budiono, akibat terbentur kebijakan harga pembelian sesuai instruksi Presiden No. 5 tahun 2015 yang menentukan batas maksimum pembelian beras senilai Rp7.300 per kilogram untuk beras produksi petani khusunya beras kualitas medium. “Sama dengan harga gabah di tingkat petani dengan harga Rp3.500 per kilogram, sehingga Bulog tidak memungkinkan untuk membeli beras maupun gabah petani di atas harga yang ditentukan tersebut,” tukasnya.

Menurut Budiono, untuk beras kualitas premium atau komersil masih memungkinkan untuk diserap guna medukung target serapan hasil produksi setara beras, seperti pada tahun 2018 lalu. “Saat itu, kita telah berupaya melakukan pembelian ke sentra pertanian di Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapteng sebanyak 11 ton hingga ke wilayah Padangsidimpuan sebanyak 7,8 ton lebih, dengan harga pembelian Rp9.000 sampai Rp9.700 per kilogram nya,” jelasnya.

Sebelumnya, berdasarkan keterangan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta Rabu lalu, terdapat potensi 1,4 Juta Ton setara beras produksi petani yang dapat di serap dari Januari hingga Maret mendatang. Pernyatan tersebut di tanggapi serius Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar yang memastikan akan mengerahkan seluruh jajaran Bulog guna memaksimalkan serapan beras. (dh/rb)

Bagikan: