Tentang Buku Yerusalem Ibukota Israel: Disdik Masih Mendata, Penerbit Bantah Pernah Edarkan

Bagikan:
Buku IPS berisi Yerusalem ibukota Israel yang beredar di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), kemarin.

MetroTabagsel.com, SIDIMPUAN – Ditemukannya buku pelajaran IPS Kelas 6 Sekolah Dasar (SD) berisikan nama-nama negara dan ibukotanya, dan terdapat Yerusalem adalah Ibukota Israel, pihak penerbit Yudhistira perwakilan Tabagsel membantah pernah mengedarkannya.

Pihak Penerbit Yudhistira perwakilan Tabagsel Yuli memaparkan, terkait buku yang dimaksud, pihaknya membantah ada ataupun pernah mengedarkan atau mendistribusikannya di wilayah Tabagsel, baik di Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan.

“Kalau buku yang dimaksud itu (IPS Terpadu Kelas 6) terbitan Yudhistira, untuk di wilayah Tabagsel kami tidak pernah mendistribusikannya,” ungkap wanita yang mengaku sebagai Adm ini ketika dikonfirmasi.

Ia berdalih, meskipun buku yang ditemukan adalah terbitan Yudhistira, namun diyakininya bukan berasal dari perwakilan mereka. “Itu bisa saja, pihak sekolah order ke sales-sales buku yang ada, dan kemudian masuk ke mari. Dan pastinya buku itu meskipun terbitan Yudhistira, tapi bukan dari kami,” terangnya dan mengaku pihaknya tidak ada mendistribusikan atau menjual buku yang dimaksud.

Sementara, Kabid Dikdas Disdik Kota Padangsidimpuan Erwinsyah Nasution masih terus melakukan pendataan dan mengaku terkait buku yang dimaksud memang ada dipakai dan digunakan siswa di beberapa sekolah.

“Masih terus kita data, dan kami minta juga kepada seluruh sekolah tingkat SD yang ada untuk koordinasi dengan kami, guna memudahkan pendataan,” tukasnya.

Sebelumnya, kehebohan kembali terjadi di dunia pendidikan Indonesia. Kali ini, tengah viral di media sosial soal isi buku dalam pelajaran Kelas 6 Sekolah Dasar. Dalam buku Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) keluaran Penerbit Yudhistira, dituliskan bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota dari Israel. Padahal, selama ini diketahui ibukota Israel adalah Tel Aviv.

Unggahan yang tersebar di Facebook dan WhatsApp itu menjadi ramai diperbincangkan apalagi menyusul keputusan kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dan ternyata, buku-buku tersebut beredar di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kota Padangsidimpuan (Psp).

Di Tapsel, Kadisdik Ibrahim Lubis lewat Kabid Pembinaan SD Disdin Tapsel Hendriko mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi soal adanya buku pelajaran tingkat SD yang berisikan nama-nama negara dan ibukota, dan salah satunya menyatakan Yerusalem sebagai Ibukota Israel dan menjadi viral di berbagai media.

” Iya benar, ini kami sedang lakukan pendataan, karena berita-berita terkait itu sedang viral. Makanya langsung kami respon,” ungkap Hendriko, Kamis (14/12).

Diakuinya, dari 285 SD terdiri dari 270 negeri dan 15 swasta yang ada di Tapsel, ada lebih dari 6000 siswa yang duduk di kelas 6.

“Buku yang dimaksud yaitu Buku IPS untuk kelas 6 SD penerbit Yudhistira, dan sampai saat ini memang masih digunakan,” terangnya.

Hasil dari pendataannya sementara, salah satu sekolah yang menggunakan buku tersebut adalah SD 100606 Muara Tais. “Yang baru saya lihat langsung dan digunakan sekolah ada di SD 06 Muara Tais,” jelasnya dan mengaku tidak menutup kemungkinan juga digunakan di sejumlah sekolah dasar lainnya di Tapsel.

Ditanya apa langkah mereka, Hendriko belum bisa memastikan, apalagi terkait buku tersebut belum ada edaran atau perintah dari kementerian untuk tindak lanjutnya.

“Kalau untuk ditarik kami belum bisa melakuka, soalnya itu harus ada perintah langsung dari kementerian,” sebutnya dan sebagai antisipasi pihaknya masih melakukan pendataan.

Sementara itu, di Wilayah Kota Padangsidimpuan, Kabid Pendidikan Dasar Irwansyah Nasution mengaku belum mendapat kabar terkait buku tersebut. Dan sesuai laporan yang ia terima dari beberapa pihak sekolah dasar yang ada, belum ada yang menggunakannya.

“Sampai saat ini belum ada, dan ini kita masih menunggu laporan dari masing-masing sekolah yang ada,” terangnya dan menyebut ada 85 SD negeri dan 11 SD swasta dengan jumlah murid yang duduk di kelas 6 SD sebanyak 4575 siswa.

Sementara itu, Duma, salah satu orangtua murid mengaku anaknya yang duduk di kelas 6 di salah satu SD di Kota Padangsidimpuan menggunakan buku tersebut. Mirisnya, buku terbitan Yudhistira mata pelajaran IPS tersebut diduga sudah lama dipakai dan digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. “Bukunya kan dari sekolah, apalagi sewaktu diberi gurunya bentuknya sudah tidak baru (bekas), jadi bisa saja dipakai juga oleh murid-murid sebelumnya,” tukasnya. (yza)

Bagikan: