Salak Masih Jadi Andalan Warga

Bagikan:

METROTABAGSEL.COM, TAPSEL – Buah salak masih menjadi andalan masyarakat di Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapsel dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Camat Angkola Barat Ongku Muda Atas SE, Jumat (14/1) mengatakan, komoditi salak merupakan salah satu potensi hasil alam unggulan Tapsel khususnya bagi masyarakat Kecamatan Angkola Barat.

Dimana, saat ini ada 10.088 hektare kebun salak. Dan, hanya 804 hektare lahan persawahan. Sehingga dapat dipastikan masyarakat setempat umumnya menggantungkan hidup dari bertani salak.“Buah salak akan dikirim ke pasar yang ada di Pekanbaru, Medan, Aceh dan daerah lainnya,” sebutnya.

Sementara itu, Asrul Jamil (49) salah seorang warga Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat mengatakan, bagi mereka, bertani salak bukanlah hal yang baru. Namun, sudah merupakan kebiasaan sejak lama.

“Hampir 98 persen penduduk di Sitinjak ini umumnya memiliki kebun salak. Hanya berkisar 2 persen saja yang tidak memiliki kebun salak. Itupun karena mereka warga pendatang,” sebutnya.

Beberapa tahun belakangan, mereka justru meningkatkan hasil perkebunan dengan menanami pohon karet ditengah kebun salak. Tujuannya, selain menambah hasil kebun, juga menjadi pelindung bagi tanaman salak dari terpaan hujan dan angin secara langsung, sekaligus membantu kelembaban tanah.“Ada sekitar 300 batang karet yang ditanam sebagai pelindung di atas areal kebun salak dengan luas satu hektare,” sebutnya.

Dijelaskannya, dalam 1 hektar kebun salak bisa berproduksi  20 karung (1 karung sekitar 30 kg) dan harga jual saat ini Rp70 ribu per karung. Salak juga dapat dipanen dua minggu sekali.“Pemerintah harus bisa memotivasi masyarakat, dengan berbagai teknonologi dan meningkatkan produksi salak, “ ungkapnya.

Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Tapsel mencatat ada peningkatan produksi salak sebesar 18. 993 ton atau sekitar 47 persen pada tahun 2014.

Dimana, pada tahun 2013 total produksi salak Tapsel  mencapai 231.492 ton. Dan pada tahun 2014 produksi buah salak mencapai 340.485 ton.“Produksi Salak Tapssel  mengalami peningkatan sebesar 18.993 ton atau sekitar 47  Persen,” terang Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Tapsel Ir Bismark Muaratua. (ran)

Bagikan: