Astaga, Dua Keluarga Ini Saling Serang Gara-gara Suara Knalpot, 4 Luka-luka

Bagikan:
Dua korban pertikaian antar keluarga di Sirotcitan, Angkola Selatan, Kamis (14/1) mendapat perawatan di IGD RSUD Psp. Samman Pohan/Metro Tabagsel

METROTABAGSEL.COM, TAPSEL- Dua keluarga di Desa Sirotcitan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (14/1) petang saling serang dengan menggunakan parang.

Perang keluarga itu, diduga berawal dari ketersinggungan keluarga Hendri Waruwu atas tingkah laku anggota keluarga Amadeti Nduru yang melintasi depan rumah mereka menggunakan sepedamotor yang berknalpot bising.

Merasa terganggu karena ayahnya sedang terbaring sakit, Hendri, pun kemudian meneriaki anggota keluarga Amadeti untuk memanggil langsung ayahnya, Amadeti.

Tak lama kemudian, Amadeti datang dan melintas menggunakan sepedamotor yang sama sembari menggeber sehingga menimbulkan kebisingan.

Teriakan dan tantangan kemudian kembali dilontarkan keluarga Hendri Waruwu. Amadeti Nduru bersama beberapa keluarganya yang lain datang ke kediaman Hendri untuk memenuhi tantangan. Perang pun terjadi.

Warga yang tak berani melerai pertikaian itu hanya menunggu korban jatuh untuk kemudian ditolong. Dua korban dari keluarga Hendri Waruwu jatuh. Di antaranya Hendri (28) sendiri dengan luka tusuk di dada kiri, di bawah ketiak sebelah kiri dan beberapa luka sayat dan lecet serta memar. Sementara dan adiknya Marihot Waruwu (24) mengalami luka tusuk di dada kiri dan beberapa luka lecet dan memar.

“Lawannya, keluarga Amadeti ini terhitung ada tiga keluarga. Memang dua keluarga ini sudah pernah juga konflik, kira-kira September kemarin. Saat itu, tidak sampai adu fisik, saya damaikan” ucap tokoh masyarakat, Erdin Simanjuntak saat berada di RSUD Kota Padangsidimpuan mendampingi dua korban itu saat pertolongan usai saling bacok.

“Sebenarnya dua keluarga ini tetangga, ya yang namanya jalan umum, sering jadi tersinggung kalau suara kreta itu bising. Memang orangtua mereka (Hendri) kan saat ini lagi sakit,” sebut Erdin.

Malam menjelang dini hari sekira pukul 23.00 WIB, ternyata dari pihak Amadeti ada juga dua orang yang menjadi korban. Keduanya adalah Yarman Zaluhu dan Yamanudi Zaluhu, menantu Amadeti yang turut angkat parang itu.

Dari laporan dr Taufik yang bertugas di IGD RSUD Psp malam itu menerangkan, Yarman mengalami luka tusuk di ketiak kanan dan Yamanudi Jaluwu pada pinggang kiri.

Sementara Amadeti yang ditemui Jumat di RSUD itu enggan memberi komentar. Alfian Zaluhu salah satu keluarga menyebut, kalau satu di antara keluarganya cukup kritis.

“Satu kritis. Saya kurang tahu kejadiannya, rumah kami ke atas, tidak tetangga sama mereka. Bapak Mertua (Amadeti) yang bertetangga, saya turun jam sembilan malam sudah selesai semuanya,” ucap Alfian yang menjaga kedua abangnya itu.
Saat ini kedua keluarga yang berselisih itu berada di Rumah Sakit yang sama.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tapsel, AKP Jama K Purba SH MH, Jumat (15/1) menuturkan, sampai saat ini untuk motif atau pemicu pertikaian itu belum dapat disimpulkan berhubung pelaporan baru masuk pada sore hari.

“Saat ini kita sudah mengamankan situasi, untuk korban kita juga mengurus pengobatannya di Rumah Sakit. Selanjutnya, setelah keluarga memberikan keterangan akan kita selidiki secepatnya motifnya,” terangnya. (Mag 01/MTAB)

Bagikan: