Pemilik Ganja Tewas dengan Tangan Terborgol, Aksi Kabur Berujung Maut

Bagikan:
“Dia tersangka pemilik ganja dan senjata locot yang diamankan petugas. Saat proses penangkapan, tersangka berhasil kabur, lalu ditemukan warga tewas,” sebut perwira yang akrap disapa Bang Banjar itu.Ia menjelaskan, penangkapan tersangka berawal dari informasi dan laporan masyarakat atas keberadaan Rahman yang sembunyi dan ke luar masuk dalam pondok di sawah milik salah seorang warga bernama Pak Matondang.Warga yang curiga dan ketakutan warga atas keberadaan pria yang tak dikenal itu, kemudian melaporkannya kepada petugas. Selanjutnya petugas melakukan pengintaian.“Awalnya kami mendapat informasi dari warga atas keresahan mereka terhadap keberadaan Rahman yang tidak mereka kenal siapa dan apa kerjaannya di pondok sawah itu. Lalu, Kami lanjutkan ke penyelidikian,” tambah kasat.Dan, pada Rabu dini hari petugas melakukan penangkapan dan penggeledahan. Saat digeledah, petugas tidak menemukan ganja. Setelah ditanyai lebih lanjut, tersangka mengaku menyimpan ganja di antara pohon pisang dekat dengan sungai.Selanjutnya, petugas menyisir tempat penyimpanan ganja yang dimaksud dan menemukan ganja kering siap edar sebanyak tiga bal dibalut plastik warna pink.“Nah, saat petugas berusaha mengambil temuan ganja itu, saat itu pula tersangka mendorong beberapa petugas, dan langsung kabur dengan melompat ke dalam sungai dalam kondisi tangan diborgol,” beber perwira yang sebelumnya menjabat Kasat Sabhara Polres Madina itu.Setelah aksi nekat itu, tersangka tidak muncul-muncul ke permukaan. Mendapat laporan tersangka kabur, Polres Madina menurunkan tim untuk melakukan penyisiran di sungai dengan menggunakan perahu karet hingga belasan kilometer. Namun, petugas tetap tidak menemukan tersangka yang diperkirakan masih berada di sungai.“Mengetahui tersangka kabur dan lompat ke sungai, kami langsung melakukan penyisiran mulai pagi hingga sore menggunakan dua perahu karet, pencarian dilakukan hingga 20 kilometer ke hilir sungai tapi tidak berhasil ditemukan,” jelasnya.Lalu, Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB, petugas mendapat informasi penemuan mayat di pinggir sungai. Petugas pun langsung ke lokasi penemuan. Ternyata mayat dengan tangan terborgol itu adalah Rahman yang kabur dan kejaran polisi. (wan)-->

MetroTabagsel.com, MADINA – Seorang pria dengan kondisi tangan terborgol ditemukan tewas di pinggir sungai Sibirik-birik, Desa Sabajior, Madina.

“Iya. Ditemukan dengan kondisi tangan diborgol,” sebut pria bermarga Nasution, warga Sabajior, Kecamatan Panyabungan Barat, Jumat pagi (18/12).

Belakangan diketahui pria yang ditemukan tewas itu bernama Rahman (30). Ia tercatat sebagai warga Desa Hutabangun, Kecamatan Panyabungan Timur. Rahman merupakan tersangka yang kabur setelah ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Madina pada Rabu (16/12) sekitar pukul 05.00 WIB.

Soal status tersangka dibenarkan Kapolres Madina AKBP Andry Setiawan SIk melalui Kasat Res Narkoba AKP E Banjarnahor.

Menurut kasat, pria yang ditemukan tewas di pinggir sungai merupakan tersangka pemilik ganja yang berhasil kabur dari tangkapan petugas pada Rabu dini hari. Petugas hanya berhasil mengamankan barang bukti berupa senjata locot (rakitan, red) milik tersangka.

Bagikan: