Menu

*Ingin Menikmati Masa Tua? Hindari Makanan Cepat Saji

Ilustrasi
Ilustrasi


MetroTabagsel.com-Untuk pemenuhan gizi seimbang, seseorang perlu mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan.

“Komposisinya, makanan yang mengandung karbohidrat 55 sampai 65 persen, makanan mengandung protein 12 sampai 15 persen dan lemak 25 sampai 30 persen,” kata Dr dr Samuel Oetoro, MS, SpGK, dalam acara yang digelar oleh Herbilogy di Almond Zucchini Jakarta.

Namun, jika selama ini Anda adalah penggemar makanan cepat saji yang tergolong junk food atau gemar memakan apapun yang Anda suka tanpa bisa mengendalikannya, bukan nutrisi seimbang yang Anda dapatkan, melainkan sumber penyakit.

Menurut beberapa penelitian, kebanyakan makanan cepat saji adalah makanan olahan, yang dimasak dengan cara digoreng. Agar rasanya lebih enak, makanan ini biasanya diberi perasa buatan dan memiliki kandungan gula dan garam yang tinggi. Selain itu junk food banyak menggunakan bahan makanan beku yang tidak segar dan minim penggunaan sayur dan buah.

Bahan dan cara pengolahan dalam makanan-makanan ini membuatnya menjadi tinggi kalori. Anda mungkin terkejut bila tahu bahwa seporsi burger yang di dalamnya diisi sayuran pun ternyata mengandung lebih dari 1.200 kalori.

Ditambah lagi, makanan ini rasanya memang enak, sehingga orang cenderung makan berlebih. Akibatnya kalori dalam tubuh melebihi yang dibutuhkan, dan ditimbun sebagai lemak, sehingga orang mengalami obesitas.

Menurut konsultan gizi MRCCC Siloam Hospital Semanggi ini, pola hidup dengan pilihan makanan sepertiitu harus diubah sedini mungkin agar Anda bisa menikmati masa tua tanpa sakit-sakitan.

“Menikmati masa tua itu butuh energi, kalau pola hidup belum benar bagaimana mau menikmati masa tua?” tutur Dr Samuel.

Maka dari itu, dirinya menganjurkan masyarakat segera memperbaiki pola hidupnya, dari yang biasa mengkonsumsi makanan cepat saji ke makanan yang berserat seperti sayur-sayuran maupun rebusan untuk menikmati masa tua di kemudian hari.

“Konsumsi yang cerdas dan penuh kesadaran akan kesehatan merupakan langkah besar menuju hidup sehat berkualitas. Saya sangat menganjurkan konsumsi makanan dari bahan-bahan alami,” pungkasnya.

Makanan Sehat yang Tidak Sehat

Beberapa jenis makanan yang kita kira sebagai makanan sehat ternyata tidak sesehat yang kita bayangkan. Artinya, bila kita ingin mengurangi berat badan atau ingin mendapatkan nutrisi yang lebih baik, ada beberapa makanan dengan label sehat yang sebaiknya tidak kita konsumsi berlebihan. Apakah makanan-makanan itu?

Teh hijau kemasan atau dalam botol

Teh hijau adalah sumber antioksidan yang memberi manfaat kesehatan bagi tubuh. Namun itu hanya berlaku bagi teh hijau yang memang kita seduh dari daun teh asli. Sebaliknya, teh hijau dalam kemasan atau botol yang banyak dijual di pasaran ternyata tak sesehat yang kita kira.

Beberapa penelitian tentang kandungan teh kemasan menunjukkan bahwa isinya lebih banyak perasa teh hijau dan gula. Lebih jauh, beberapa merk teh hijau kemasan teryata tidak mengandung, atau mengandung sedikit saja ECGC, senyawa antioksidan yang diyakini mencegah kanker dan membantu penurunan berat badan.

Tentu Anda tetap boleh minum teh kemasan atau teh hijau dalam botol. Namun bila Anda ingin  mendapat manfaat maksimal dari teh hijau, maka lebih baik menyeduh sendiri minuman itu dari daun teh hijau asli.

Kacang polong kaleng

Kacang polong adalah makanan sehat. Tapi versi yang dikalengkan seringkali mengandung banyak gula dan sirup untuk mengawetkannya dan memberi rasa. Artinya ada tambahan kalori cukup besar dalam kemasan itu.

Bila Anda ingin menyantap kacang polong yang lebih sehat, pilih kacang segar dan rebuslah sebagai santapan. Ini jauh lebih baik dibanding kacang polong yang melewati pemrosesan.

Keripik pisang

Sekali lagi, pisang dalam bentuk buah tanpa melalui pemrosesan adalah makanan yang lebih sehat. Pisang adalah sumber potasium, vitamin C, dan serat. Namun setelah digoreng menjadi keripik atau pisang goreng, nutrisinya akan berkurang. Selain itu kalorinya akan bertambah.

Bandingkan, pisang segar memiliki 105 kalori, namun begitu dijadikan keripik, kalori itu bertambah menjadi 150 kalori. Belum lagi kalo ditambahkan rasa seperti keju, karamel, atau coklat. Selain terjadi lonjakan kalori, pisang dalam bentuk keripik juga tidak lebih mengenyangkan dibanding pisang asli, sehingga kita punya kecenderungan memakannya dalam jumlah lebih banyak.

Susu beras

Susu beras mirip susu kedelai namun dibuat dari beras. Minuman ini sebenarnya tinggi karbohidrat dan mengandung sedikit saja protein dan kalsium. Orang seringkali menjadikannya alternatif daripada minum susu yang tinggi lemaknya.

Bila Anda tetap ingin minum susu, lebih baik mengkonsumsi susu rendah lemak yang masih memiliki kandungan kalsium, potasium, magnesium dan vitamin A. D, dan B12. Bila Anda ingin produk bukan dari sapi, susu kedelai atau susu almond adalah pilihan yang lebih sehat.

Keripik beras

Keripik beras pernah dianggap sebagai makanan yang cocok bagi mereka yang sedang berdiet. Padahal ternyata itu keliru. Selain tidak memiliki banyak kandungan serat dan sodium, keripik beras ternyata mengandung karbohidrat dalam kepadatan tinggi, artinya dibanding beratnya yang ringan, kandungan karbohidratnya ternyata besar.

Sekeping keripik beras yang beratnya 9 gram ternyata memiliki 80 persen karbohidrat di dalamnya. Bandingkan dengan kentang (yang sering dianggap sebagai karbohidrat buruk juga) dengan berat 170 gram namun hanya mengandung 23 persen karbohidrat.

Trail mix

Trail mix adalah kudapan yang selama ini dpercaya sebagai makanan sumber energi. Biasanya ia dibuat dari campuran karbohidrat, protein dan serta yang disatukan menjadi energi bar. Namun banyak dari produsen kudapan ini memasukkan bahan-bahan lain untuk menambah rasa, misalnya gula, buah-buahan kering dengan pemanis, kacang-kacangan dengan balutan garam dan lainnya.

Akhirnya, campuran dari berbagai bahan tersebut justru menjadi makanan yang kurang sehat. Nah bila Anda ingin kudapan yang sehat dan menyediakan energi, campurlah kacang-kacangan dengan biji-bijian, tambahkan sedikit buah-buahan kering dan dark chocolate yang kandungan kakao-nya tinggi.

Instant oatmeal

Oatmeal adalah makanan sehat, tentu bila kita membuatnya dari oatmeal ditambah buah segar atau sedikit madu. Tapi oatmeal instant yang ditambahi berbagai rasa, akan berkurang manfaat kesehatannya karena kebanyakan produk ditambahi gula dan sodium dalam jumlah yang cukup banyak. (int)

  • Linkedin