Menu

Pria Paruh Baya Meninggal di Pondok Pedagang Salak

Samman Siahaan
Korban berada di Kamar Jenazah RSUD Kota Psp.

MetroTabagsel.com, TAPSEL – Seorang pria paruh baya asal Kota Sibolga ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi duduk di pondok pedagang salak, Jumat (19/1) pagi sekira pukul 06.30.

Menurut pemilik pondok tempat korban ditemukan, B Lubis, pada mulanya sekira pukul 05.30 WIB, dari dalam rumahnya yang masih berdampingan dengan tempat dagangannya itu, ia masih mendengar korban mengerang dan bersuara parau.

Diduga saat itu, korban, Basinudin Lase (49) berusaha memanggil Ama Nista Lase (45) supir Pick Up L300 BM 8443 RF tumpangannya dari Dumai, Kepulauan Riau menuju Kota Sibolga, yang sudah terlanjur beranjak itu.

“Tidak ada yang tahu kapan meninggal. Tapi pagi-pagi itu, saya masih mendengar dia bersuara parau, mungkin sudah lelah memanggil mobilnya, dia istirahat di situ. Tapi katanya bapak itu memang sudah sakit,” terang B Lubis, yang kemudian merasa risau akan berdampak buruk pada usaha dagangan salaknya, setelah peristiwa ini.

Ditambahkan Kepala Desa Parsalakan, M Batubara dan warga lainnya, sekitar pukul 06.30 WIB, warga mulai gempar menyaksikan tubuh pria tua itu mengkaku dengan posisi duduk tertunduk di dalam pondok dagangan salak milik B Lubis itu.

Tidak lama kemudian, Pick UP L300 pengangkut pisang itu kembali lagi. Dan dari keterangan yang didapat warga, pada mulanya saat dari Dumai, korban dititip anaknya untuk diantar ke Kota Sibolga dengan menumpangi Pick L300 itu.

Di dalam mobil berwarna hitam dengan terpal penutup bak itu, diketahui ditumpangi empat orang termasuk supir dan korban. Namun di tengah perjalanan, korban meminta untuk duduk di bagian bak mobil.

Supir yang ingin buang air kecil kemudian menghentikan laju mobilnya tepat di kelok I, Desa Parsalakan. Namun, ia dan dua penumpang lainnya tidak menyadari kalau korban turun dari bak mobil hingga melaju meninggalkannya.

“Kalau kata supir, mereka baru satu kilo beranjak dari sini. Tapi dari lamanya mereka kembali lagi, sepertinya sudah sampai Batang Toru, baru tahu mereka temannya tertinggal dan balik lagi,” kata Kades tersebut yang sempat meminta keterangan supir.

Selanjutnya, setelah petugas kepolisian mendatangi dan mengolah TKP, jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Reserse Kriminal Polres Tapsel, AKP Ismawansa menerangkan, dari pemeriksaan yang dilakukan dokter RSUD Kota Padangsidimpuan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Berdasarkan keterangan dokter yang melakukan pengecekan terhadap mayat menerangkan bahwa terhadap mayat tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan,” katanya.

Kapolsek Batangtoru, AKP DMZ Harahap menambahkan, korban diduga meninggal dunia karena mengalami penyakit jantung. “Dan juga pada saat dilakukan konfirmasi kepada keluarga korban melalui handphone bahwa riwayat korban selama ini adalah mengalami penyakit sesak nafas,” pungkasnya.

Saat ini keluarga korban tengah menuju Kota Padangsidimpuan untuk penjemputan jenazah yang saat ini berada di RSUD Kota Psp. (san)

  • Linkedin
Loading...