Menu

Pembangunan PLTMH Tambiski 75 Persen

Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu SH meletakkan batu pertama pembangunan PLTMH Silakkitang Tambiski.
Amran Pohan/Metro Tabagsel
Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu SH meletakkan batu pertama pembangunan PLTMH Silakkitang Tambiski.

MetroTabagsel.com– Sebelum ayam berkokok pada Januari 2018, diharapkan listrik di Desa Tambiski Silakkitang, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH) sudah menyala. Pembangunannya sudah mencapai 75 persen. Sehingga sekitar 152 kepala keluarga warga, tersebar di 8 Dusun tak lagi kegelapan.

Hal ini diungkapkan Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu SH, saat meninjau pembangunan PLTMH tersebut, Minggu (12/11) lalu.

Dikatakan, melalui PLTMH tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesejahteraan warga di desa itu dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki.

“Dan terpenting, warga harus kompak, dan secara bersama dapat merawat dan menjaga PLTMH ini, terutama kelestarian hutan di sekitarnya,” ungkapnya.

Dikatakan, PLTMH merupakan anugrah bagi warga, sebab akan menjadi jawaban dari keterbatasan penerangan listrik yang selama ini dirasakan. Apalagi ketahanan pembangkit itu sendiri, sangat tergantung dengan warga. Tentunya harus mampu menjaga dan memelihara hutan, dengan cara tidak sembarangan menebangi kayu didalamnya.

Bupati juga menegaskan, agar Kepala Desa, Ketua BPD, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta masyarakat seluruhnya, segera menyusun Perdes tentang pemeliharaan hutan. Dan secepatnya membentuk panitia pengurus yang bekerja merawat dan memeiliha PLTMH itu nantinya.

“Dan saya sarankan, tak ada salahnya, kalian musyawarahkan juga besaran iuran setiap bulan yang gunanya untuk perawatan dan juga tak tertutup kemungkinan bisa kalian gunakan untuk memajukan usaha lain, sehingga menumbuhkan perekonomian dan terciptanya kesejahteraan warga,” sebutnya seraya tak lupa meminta agar masyarakat dapat menjaga kekompakan dan kebersamaan karena marupakan bagian terpenting dalam memajukan program pembangunan.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian Helmi menjelaskan, dari 15 unit  PLTMH yang dibangun di Tapsel, PLTMH Tambiski merupakan yang terbesar dan memiliki potensi air yang berlimpah. Dan diyakini debit air dari Aek (Aliran air) Silaiya, terjaga selama 12 bulan untuk menggerakkan pembangkit.

“Berdasarkan pengalaman, debit airnya sangat terjaga karena tangkapan air di hulu, merupakan hutan yang masih terjaga. Dan sesuai harapan bupati, masyarakat harus lebih menjaga hutan agar PLTMH ini awet nantinya,” ungkapnya.

  • Linkedin