Menu

Jalinsum Sipirok-Tarutung Belum Bisa Dilalui Kendaraan Berat

Kondisi Jalinsum Sipirok-Tarutung di Desa Marsada Sipirok Tapsel yang belum dapat dilintasi kendaraan bermuatan dan bertonase berat.
Kondisi Jalinsum Sipirok-Tarutung di Desa Marsada Sipirok Tapsel yang belum dapat dilintasi kendaraan bermuatan dan bertonase berat.

MetroTabagsel.com- Jalinsum Sipirok menuju Tarutung atau sebaliknya, hingga kini belum dapat dilintasi kendaraan berat. Pasalnya, kondisi jalan masih dalam perbaikan akibat bagian badan jalan yang amblas dikarenakan longsor.

Kasat Lantas Polres Tapsel AKP Muri Yasnal menyampaikan, kondisi Jalinsum Sipirok-Tarutung tepatnya di Desa Marsada, Sipirok, Tapsel hingga saat ini belum dapat dilalui kendaraan bermuatan berat. Dia mengimbau kepada pengendara yang ingin melintas, baik dari arah Sidimpuan atau sebaliknya, untuk sementara waktu mengalihkan jalurnya.

“Khusus untuk kendaraan bermuatan berat seperti truk kontainer, bus dan lainnya untuk sementara waktu belum dapat melintasi jalan tersebut. Namun, bagi kendaraan minibus dan lainnya masih bisa melintas dan tetap hati-hati,” ungkapnya dan menempatkan sejumlah personel di lokasi untuk mengamankan arus lalu lintas.

Kasat menegaskan kepada pengendara kendaraan berat, untuk mengindahkan himbauan tersebut. Pasalnya, jika ada yang membandel akan berujung terjadinya gangguan lalulintas dan mengancam keselamatan serta kelancaran pengendara lainnya.

“Sudah ada tanda dan himbauan yang kita buat, jadi mohon untuk diikuti,” tukasnya.

Sebelumnya, sebagian badan jalan amblas akibat longsor dan diduga kuat selain karena kondisi hujan, juga akibat banyaknya volume sampah di pinggir jalan yang dijadikan ‘Tempat Pembuangan Sampah Umum’ oleh masyarakat.

Kapolres Tapsel AKBP M Iqbal Harahap melalui Kasat Lantas AKP Muri Yasnal menyampaikan, paska mendapat laporan terkait adanya bencana longsor di Jalinsum Sipirok-Tarutung Kilometer 45 Dusun Aek Sulum Desa Marsada Sipirok, pihaknya langsung turun ke lokasi dan melakukan pengamanan.

“Kondisi arus lalulintas sempat terkendala. Selain jalan sempit juga sangat potensi terjadinya kecelakaan,” ungkap Kasat, Jumat (10/11).

Kata Muri, jalan amblas karena longsor akibat tingginya curah hujan yang terjadi beberapa hari ini. Ditambah lagi, bagian pinggir jalan dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah oleh masyarakat.

“Curah hujan tinggi dan bagian pinggir jalan yang dijadikan tempat pembuangan sampah, menumpuk dan tidak tertahan sehingga menyebabkan longsor,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal tidak diinginkan, terutama kecelakaan lalulintas, pihaknya sudah melakukan upaya dengan cara menempatkan sejumlah personil di lokasi.

“Petugas kita tempatkan di lokasi untuk mengamankan arus lalulintas serta mengantisipasi terjadinya kecelakaan. Dengan cara sistem buka tutup dan mengalihkan arus lalulintas ke jalan yang lain,” sebutnya.

Kemudian, pihaknya sudah berkordinasi dengan sejumlah pihak seperti Dinas PUPR, Dishub, BPBD Kabupaten Tapsel guna mencari solusi agar kondisi jalan dapat segera diperbaiki.

“Kita juga sudah koordinasi dengan beberapa Dinas Pemkab Tapsel agar kondisi jalan dapat segera diatasi dan arus lalulintas dapat kembali seperti semula,” ujarnya.

Dia mengimbau kepada pengguna jalan yang akan melintas agar tetap berhati-hati, apalagi kondisi cuaca tidak menentu dan selalu utamakan keselamatan dengan melengkapi alat-alat keamanan saat berkendara. (yza/mtabag)

 

  • Linkedin