Menu

OPD Tapsel Diminta Bisa Kelola Kearsifan Dengan Baik

Ilustrasi
Ilustrasi

MetroTabagsel.com, TAPSEL – Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tapsel M Yusuf, menekankan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Tapsel harus bisa mengelola kearsifan dengan baik, sebagai bagian dari tata kelola administrasi yang sehat dan profesional.

Hal demikian diungkapkan M Yusuf, pada pembukaan sosialisisasi kearsifan bagi seluruh OPD dilingkungan Pemkab Tapsel, yang digelar di Pia Hotel, Selasa (10/10).

Dikatakan, selain OPD, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu, juga diikuti oleh Pemerintah Kecamatan, Kelurahan dan Desa. Sehingga, ke depan, pengelolaan kearsifan diseluruh instansi pemerintahan di Tapsel lebih baik.

“Hari pertama diikuti OPD Tapsel, Kecamatan dan Kelurahan. Hari kedua diikuti oleh kepala Desa dari tujuh Kecamatan yaitu Batangtoru,  Marancar,  Sipirok,  Arse,  SDH,  Aek Bilah dan Angkola Timur, sedangkan hari ketiga diikuti oleh Kepala Desa dari Batang Angkola,  Sayurmatinggi,  Tantom Angkola,  Muara Batangtoru,  Angkola Sangkunur,  Angkola Barat dan Angkola Selatan,” bebernya.

Acara yang mengusung tema ‘Pengelolaan arsip yang baik, kita menuju pada tata kelola administrasi yang profesional’ itu, diikuti oleh 348 peserta dengan dua orang narasumber. yaitu dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara Yahya Lubis dan Sinondang Masniari.

“Kegiatan ini merupakan  amanat Undang-undang Nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan. Di mana dalam menghadapi tantangan globalisasi, sekaligus mendukung terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih, serta peningkatan kwalitas pelayanan publik, penyelenggaraan kearsipan di lembaga pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan harus dilakukan dalam suatu sistem penyelenggaraan kearsipan yang komprehensif dan terpadu,” ujarnya.

Sementara Bupati Tapsel melalui sambutan yang dibacakan oleh Kakan Kesbang Tapsel Hamdy S Pulungan menyebutkan,  arsip merupakan bagian dari sejarah masa lalu yang sewaktu waktu akan diperlukan. Terutama ASN yang sewaktu-waktu akan diperiksa kembali tentang kearsipannya.

“Sehingga, diharapkan agar seluruh peserta sosialisasi mampu memahami tentang materi yang disampaikan oleh narasumber, karena  kedepan saya pastikan perpustakaan ini akan menjadi perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, ” pungkasnya.

Acara hari pertama sosialisasi tersebut dihadiri oleh 126 orang peserta sosialisasi yang terdiri dari perwakilan OPD,  Kecamatan dan Kelurahan,  juga dihadiri Kabid Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tapsel Amir Hotman S. Sos. (ran/osi) 

  • Linkedin